Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe

Etty Welerbadge-check


					Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe Perbesar

DOGIYAI – Anggota legislatif Kabupaten Dogiyai, Manfred Nawipa, mengecam keras insiden penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Yoneas Yobe yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.

Menurut Nawipa, kedua pemuda yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan warga setempat yang biasa berbelanja di sebuah kios di lokasi kejadian. Saat itu, mereka membeli beras dan rokok sebelum hendak meninggalkan tempat tersebut menggunakan sepeda motor.

Namun, pemilik kios kemudian menuduh bahwa barang yang dibeli belum dibayar. Tuduhan itu memicu keributan hingga aparat keamanan datang untuk mengendalikan situasi.

“Dalam situasi itu, Yoneas Yobe terkena tembakan di bagian dagu,” kata Nawipa kepada wartawan melalui pesan elektronik, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit dan kondisinya masih kritis sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Nawipa menilai tindakan aparat yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil tidak dapat dibenarkan.

“Saya sangat mengecam tindakan TNI/Polri yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Korban adalah warga biasa,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut situasi keamanan di Dogiyai saat ini sudah kembali kondusif dan masyarakat telah beraktivitas seperti biasa.

Ia juga meminta agar kasus tersebut diusut secara serius dan imparsial karena melibatkan penggunaan senjata oleh aparat negara terhadap warga sipil.

“Kasus ini perlu diadvokasi secara serius dan imparsial karena menggunakan alat negara yang mengenai warga sipil,” ujarnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silwanus Sumule: Propemperda 2026 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua Tengah 

22 April 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260422 WA0043

Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Papua Tuntas Diverifikasi

22 April 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260422 WA0010

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

22 April 2026 - 11:30 WIB

IMG 20260421 WA0039

Pemkab Mimika Evaluasi Layanan Publik, Wabup Tekankan Kepercayaan Masyarakat

22 April 2026 - 11:26 WIB

IMG 20260422 WA0030

Distribusi Guru di Mimika Akan Ditata Ulang, Dinas Pendidikan Targetkan Pemerataan

22 April 2026 - 11:19 WIB

20260421
Trending di Headline