Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe

Etty Welerbadge-check


					Legislator Dogiyai Manfred Nawipa Kecam Penembakan Warga Sipil Yoneas Yobe Perbesar

DOGIYAI – Anggota legislatif Kabupaten Dogiyai, Manfred Nawipa, mengecam keras insiden penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Yoneas Yobe yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.20 WIT.

Menurut Nawipa, kedua pemuda yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan warga setempat yang biasa berbelanja di sebuah kios di lokasi kejadian. Saat itu, mereka membeli beras dan rokok sebelum hendak meninggalkan tempat tersebut menggunakan sepeda motor.

Namun, pemilik kios kemudian menuduh bahwa barang yang dibeli belum dibayar. Tuduhan itu memicu keributan hingga aparat keamanan datang untuk mengendalikan situasi.

“Dalam situasi itu, Yoneas Yobe terkena tembakan di bagian dagu,” kata Nawipa kepada wartawan melalui pesan elektronik, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit dan kondisinya masih kritis sehingga membutuhkan penanganan intensif.

Nawipa menilai tindakan aparat yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil tidak dapat dibenarkan.

“Saya sangat mengecam tindakan TNI/Polri yang melepaskan tembakan ke arah warga sipil. Korban adalah warga biasa,” tegasnya.

Meski demikian, ia menyebut situasi keamanan di Dogiyai saat ini sudah kembali kondusif dan masyarakat telah beraktivitas seperti biasa.

Ia juga meminta agar kasus tersebut diusut secara serius dan imparsial karena melibatkan penggunaan senjata oleh aparat negara terhadap warga sipil.

“Kasus ini perlu diadvokasi secara serius dan imparsial karena menggunakan alat negara yang mengenai warga sipil,” ujarnya.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline