Menu

Mode Gelap
DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah

Headline

Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria

Etty Welerbadge-check


					Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi mengeluarkan Surat Edaran tentang Percepatan Eliminasi Malaria sebagai langkah strategis menekan lonjakan kasus yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2025 hingga Desember, kasus malaria di Nabire tercatat mencapai 8.556 kasus. Sementara pada Januari hingga awal Maret 2026, jumlah kasus telah mencapai 776 kasus. Kondisi ini dinilai membutuhkan intervensi serius dan terkoordinasi lintas sektor.

Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 400.7.9.1/252/Sek Tahun 2026 tentang Percepatan Eliminasi Malaria menegaskan kewajiban seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, Tim Penggerak PKK, hingga kepala kampung untuk terlibat aktif dalam upaya pengendalian malaria di wilayah masing-masing.

Dalam edaran tersebut, setiap unsur pemerintahan diminta mengambil peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing, baik melalui intervensi lingkungan, edukasi masyarakat, maupun penguatan layanan kesehatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, menyampaikan bahwa penerbitan surat edaran ini akan mempercepat langkah eliminasi karena seluruh sektor memiliki dasar hukum yang jelas untuk bergerak.

“Dengan adanya surat edaran ini, semua sektor bisa bergerak melakukan intervensi lingkungan serta promosi kesehatan di kampung-kampung tentang bahaya malaria,” ujar Alfred.

Ia menambahkan, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di masing-masing wilayah menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, pemanfaatan dana kampung untuk program prioritas kesehatan juga didorong agar lebih optimal.

“Kerja sama dengan fasyankes di wilayah masing-masing harus diperkuat. Dana kampung untuk program AIDS, TB, dan Malaria yang sudah ada dari kementerian bisa ditindaklanjuti sampai tingkat kampung,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap, dengan dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat kampung, percepatan eliminasi malaria dapat berjalan efektif sehingga angka penularan dapat ditekan dan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, serta lansia dapat terlindungi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyelamatkan generasi Nabire dari dampak serius malaria, baik secara kesehatan maupun kualitas sumber daya manusia di masa depan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gantikan Mimpi Sang Ayah, Riswandy Jadi Calon Haji Termuda dari Mimika

28 April 2026 - 22:15 WIB

IMG 20260428 WA0135

123 Jemaah Haji Mimika Diberangkatkan, Terbagi Dua Gelombang

28 April 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260428 WA0060

Bupati Mimika Dorong Percepatan Pengadaan APBD 2026, OPD Diminta Segera Lelang

28 April 2026 - 10:49 WIB

IMG 20260428 WA0080

Raker I Kerawam Keuskupan Timika di Paniai Sukses Digelar, Tetapkan Program Kerja dan Perkuat Peran Awam

28 April 2026 - 10:42 WIB

IMG 20260428 WA0078

Sambut Hardiknas 2026, Dinas Pendidikan Deiyai dan Pokja TK/PAUD Gelar Perlombaan

28 April 2026 - 10:30 WIB

IMG 20260428 WA0075
Trending di Headline