Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria

Etty Welerbadge-check


					Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi mengeluarkan Surat Edaran tentang Percepatan Eliminasi Malaria sebagai langkah strategis menekan lonjakan kasus yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2025 hingga Desember, kasus malaria di Nabire tercatat mencapai 8.556 kasus. Sementara pada Januari hingga awal Maret 2026, jumlah kasus telah mencapai 776 kasus. Kondisi ini dinilai membutuhkan intervensi serius dan terkoordinasi lintas sektor.

Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 400.7.9.1/252/Sek Tahun 2026 tentang Percepatan Eliminasi Malaria menegaskan kewajiban seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, Tim Penggerak PKK, hingga kepala kampung untuk terlibat aktif dalam upaya pengendalian malaria di wilayah masing-masing.

Dalam edaran tersebut, setiap unsur pemerintahan diminta mengambil peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing, baik melalui intervensi lingkungan, edukasi masyarakat, maupun penguatan layanan kesehatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, menyampaikan bahwa penerbitan surat edaran ini akan mempercepat langkah eliminasi karena seluruh sektor memiliki dasar hukum yang jelas untuk bergerak.

“Dengan adanya surat edaran ini, semua sektor bisa bergerak melakukan intervensi lingkungan serta promosi kesehatan di kampung-kampung tentang bahaya malaria,” ujar Alfred.

Ia menambahkan, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di masing-masing wilayah menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, pemanfaatan dana kampung untuk program prioritas kesehatan juga didorong agar lebih optimal.

“Kerja sama dengan fasyankes di wilayah masing-masing harus diperkuat. Dana kampung untuk program AIDS, TB, dan Malaria yang sudah ada dari kementerian bisa ditindaklanjuti sampai tingkat kampung,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap, dengan dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat kampung, percepatan eliminasi malaria dapat berjalan efektif sehingga angka penularan dapat ditekan dan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, serta lansia dapat terlindungi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyelamatkan generasi Nabire dari dampak serius malaria, baik secara kesehatan maupun kualitas sumber daya manusia di masa depan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Gelar OJT Kusta, Filariasis, dan Hepatitis di Paniai

3 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260603 WA0023

Babak Baru Kasus Sopi Dek 4 KM Leuser, Berkas Tersangka A.T.K Kini di Tangan Kejari Mimika

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

IMG 20260603 WA0029

Warna-Warni Bendera Piala Dunia Hiasi Jalanan, Omzet Pedagang Siap Meroket

3 Juni 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260603 WA0028

Hari Kedua Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Tancap Gas Bongkar Jaringan Curanmor Hingga Penjarahan Gudang Distrik

3 Juni 2026 - 10:22 WIB

IMG 20260603 WA0026

Asisten II Setda Deiyai Buka Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 04:43 WIB

IMG 20260603 WA0022
Trending di Headline