Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria

Etty Welerbadge-check


					Tekan Lonjakan Kasus, Pemkab Nabire Terbitkan Surat Edaran Percepatan Eliminasi Malaria Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire resmi mengeluarkan Surat Edaran tentang Percepatan Eliminasi Malaria sebagai langkah strategis menekan lonjakan kasus yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2025 hingga Desember, kasus malaria di Nabire tercatat mencapai 8.556 kasus. Sementara pada Januari hingga awal Maret 2026, jumlah kasus telah mencapai 776 kasus. Kondisi ini dinilai membutuhkan intervensi serius dan terkoordinasi lintas sektor.

Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 400.7.9.1/252/Sek Tahun 2026 tentang Percepatan Eliminasi Malaria menegaskan kewajiban seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah distrik, Tim Penggerak PKK, hingga kepala kampung untuk terlibat aktif dalam upaya pengendalian malaria di wilayah masing-masing.

Dalam edaran tersebut, setiap unsur pemerintahan diminta mengambil peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing, baik melalui intervensi lingkungan, edukasi masyarakat, maupun penguatan layanan kesehatan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Alfred Lambey, menyampaikan bahwa penerbitan surat edaran ini akan mempercepat langkah eliminasi karena seluruh sektor memiliki dasar hukum yang jelas untuk bergerak.

“Dengan adanya surat edaran ini, semua sektor bisa bergerak melakukan intervensi lingkungan serta promosi kesehatan di kampung-kampung tentang bahaya malaria,” ujar Alfred.

Ia menambahkan, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di masing-masing wilayah menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain itu, pemanfaatan dana kampung untuk program prioritas kesehatan juga didorong agar lebih optimal.

“Kerja sama dengan fasyankes di wilayah masing-masing harus diperkuat. Dana kampung untuk program AIDS, TB, dan Malaria yang sudah ada dari kementerian bisa ditindaklanjuti sampai tingkat kampung,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap, dengan dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat kampung, percepatan eliminasi malaria dapat berjalan efektif sehingga angka penularan dapat ditekan dan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, serta lansia dapat terlindungi.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyelamatkan generasi Nabire dari dampak serius malaria, baik secara kesehatan maupun kualitas sumber daya manusia di masa depan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline