Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Tim Harmonisasi Deiyai Dihadang di Lokpon, Dialog Konflik Kapiraya Tertunda

Etty Welerbadge-check


					Tim Harmonisasi Deiyai Dihadang di Lokpon, Dialog Konflik Kapiraya Tertunda Perbesar

DEIYAI – Upaya penyelesaian konflik sosial di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, kembali mengalami hambatan. Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai dihadang saat hendak memasuki wilayah tersebut melalui jalur laut dari Timika, Selasa (2/3/2016) sekitar pukul 09.23 WIT.

Rombongan bertolak dari Pelabuhan Pomako, Timika, pada Senin (2/3) pagi menggunakan satu kapal feri dan dua speedboat. Selain membawa tim pemerintah dan tokoh masyarakat, rombongan juga mengangkut bantuan bahan makanan (bama) untuk warga terdampak konflik.

Tim dipimpin Ernes Kotouki, S.IP, serta didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Deiyai, Kepala Suku Papua Tengah, Kepala Suku Mee Kapiraya, serta sejumlah perwakilan masyarakat Kapiraya.

Wakil Ketua I DPRD Deiyai, Linus Koto, menjelaskan rombongan sempat memasuki wilayah muara Kali Yawei sebelum akhirnya dihadang oleh warga Suku Kamoro.

“Kami berangkat dari Timika sejak pagi. Saat tiba di muara Kali Yawei, masyarakat Kamoro melihat kedatangan kami dan melepaskan tembakan peringatan sebagai tanda bahwa kami tidak diperbolehkan masuk,” ujar Linus.

Menurutnya, situasi di sekitar pelabuhan tampak tegang. Sejumlah warga terlihat berjaga dengan membawa tombak dan anak panah. Bahkan, dua speedboat berisi warga dilaporkan sempat mengejar rombongan tim.

Dengan mempertimbangkan faktor keamanan, tim memutuskan tidak melanjutkan perjalanan menuju Kapiraya dan kembali ke Timika. Akibatnya, bantuan bahan makanan seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya yang telah disiapkan belum dapat disalurkan kepada masyarakat.

Peristiwa ini membuat agenda dialog serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak konflik kembali tertunda. Pemerintah daerah berencana melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak-pihak terkait guna memastikan situasi kondusif sebelum upaya mediasi dan distribusi bantuan kembali dilaksanakan. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

19 Juni 2026 - 05:07 WIB

831438440772

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011
Trending di Headline