TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan serta memperkuat toleransi antarumat beragama menyusul peringatan hari-hari besar keagamaan yang berlangsung berturut-turut tahun ini.
Menurut Bupati, tahun ini menjadi momen yang istimewa karena sejumlah perayaan keagamaan dirayakan dalam waktu yang berdekatan. Diawali dengan perayaan Tahun Baru Imlek, umat Katolik memasuki masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi pada Rabu Abu.
Selanjutnya, umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan dengan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh menuju Idul Fitri. Sementara itu, umat Kristen juga menjalani masa Prapaskah dengan menjalankan puasa selama 40 hari menjelang Paskah.
Pada 19 Maret mendatang, umat Hindu akan memperingati Tahun Baru Saka melalui Hari Raya Nyepi. Bupati meminta agar rangkaian perayaan Nyepi dapat dilaksanakan di dalam Kota Timika sehingga seluruh masyarakat dapat menyaksikan, termasuk pawai ogoh-ogoh.
“Untuk Nyepi kita laksanakan di dalam Kota Timika supaya semua masyarakat bisa melihat, termasuk pawai ogoh-ogoh. Kita semua harus hadir,” ujarnya saat perayaan Imlek di Pendopo, Selasa (17/2/2026) malam.
Setelah perayaan Nyepi, rangkaian hari besar keagamaan dilanjutkan dengan malam takbiran menyambut Idul Fitri. Bupati berharap kegiatan takbir keliling tidak hanya diikuti umat Muslim, tetapi juga mendapat partisipasi masyarakat non-Muslim sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan terhadap nilai toleransi.
Perayaan berikutnya adalah Paskah bagi umat Kristen yang juga menjadi bagian dari rangkaian momentum keagamaan tahun ini.
Bupati menegaskan, peringatan hari-hari besar keagamaan yang berlangsung berturut-turut tersebut menunjukkan harmoni luar biasa khusus di Kabupaten Mimika. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
“Tugas kita bersama bagaimana kita bisa membuat Mimika ini tetap aman,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap semangat kebersamaan dan toleransi terus terjaga sehingga setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat. (Etty)








