Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi!

adminbadge-check


					Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi! Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan teguran keras terhadap kelompok yang meragukan kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam, khususnya kelapa sawit. Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi adalah harga mati untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Dalam arahannya di sebuah acara nasional, Senin (2/2/2026), Presiden menyindir pihak-pihak yang dianggapnya hanya memberikan pandangan skeptis tanpa melihat gambaran besar kedaulatan ekonomi bangsa.

Prabowo menyoroti banyaknya suara sumbang yang sering kali datang dari pengamat maupun kelompok tertentu terkait kebijakan pengembangan produk turunan sawit dan biodiesel.

“Ada kelompok-kelompok yang hobinya memelihara pandangan skeptis. Mereka bilang, ‘Ah, buat apa sawit kita diolah sendiri? Kenapa tidak jual mentah saja?’ Ini pola pikir lama, pola pikir yang tidak percaya pada kekuatan bangsa sendiri,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas.

Menurut Presiden, sikap yang tidak konstruktif hanya akan menghambat laju kemandirian energi Indonesia. Ia meminta agar pihak-pihak tersebut berhenti melontarkan suara sumbang dan mulai mempercayai kemampuan bangsa dalam mengelola teknologi pengolahan sawit.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa program mandatori biodiesel (seperti B50 hingga B100) bukan sekadar proyek ambisius, melainkan strategi pertahanan ekonomi.

  • Pengurangan Impor: Menekan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM.

  • Kesejahteraan Petani: Memastikan harga TBS (Tandan Buah Segar) tetap stabil karena diserap pasar domestik.

  • Ketahanan Nasional: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga energi global.

“Kalau mereka tidak suka dengan langkah kita menuju kemandirian energi, silakan beri solusi. Jangan hanya melempar pandangan skeptis tapi tidak punya konsep yang lebih baik untuk rakyat,” tambah Prabowo.

Pemerintah saat ini memang tengah memacu percepatan proses hilirisasi kelapa sawit. Bukan hanya untuk energi, tetapi juga merambah ke produk pangan dan industri kimia kelas dunia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur setapak pun meski ada tekanan dari luar negeri maupun suara sumbang dari dalam negeri yang dianggapnya tidak berdasar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline