Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

Headline

Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi!

adminbadge-check


					Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi! Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan teguran keras terhadap kelompok yang meragukan kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam, khususnya kelapa sawit. Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi adalah harga mati untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Dalam arahannya di sebuah acara nasional, Senin (2/2/2026), Presiden menyindir pihak-pihak yang dianggapnya hanya memberikan pandangan skeptis tanpa melihat gambaran besar kedaulatan ekonomi bangsa.

Prabowo menyoroti banyaknya suara sumbang yang sering kali datang dari pengamat maupun kelompok tertentu terkait kebijakan pengembangan produk turunan sawit dan biodiesel.

“Ada kelompok-kelompok yang hobinya memelihara pandangan skeptis. Mereka bilang, ‘Ah, buat apa sawit kita diolah sendiri? Kenapa tidak jual mentah saja?’ Ini pola pikir lama, pola pikir yang tidak percaya pada kekuatan bangsa sendiri,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas.

Menurut Presiden, sikap yang tidak konstruktif hanya akan menghambat laju kemandirian energi Indonesia. Ia meminta agar pihak-pihak tersebut berhenti melontarkan suara sumbang dan mulai mempercayai kemampuan bangsa dalam mengelola teknologi pengolahan sawit.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa program mandatori biodiesel (seperti B50 hingga B100) bukan sekadar proyek ambisius, melainkan strategi pertahanan ekonomi.

  • Pengurangan Impor: Menekan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM.

  • Kesejahteraan Petani: Memastikan harga TBS (Tandan Buah Segar) tetap stabil karena diserap pasar domestik.

  • Ketahanan Nasional: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga energi global.

“Kalau mereka tidak suka dengan langkah kita menuju kemandirian energi, silakan beri solusi. Jangan hanya melempar pandangan skeptis tapi tidak punya konsep yang lebih baik untuk rakyat,” tambah Prabowo.

Pemerintah saat ini memang tengah memacu percepatan proses hilirisasi kelapa sawit. Bukan hanya untuk energi, tetapi juga merambah ke produk pangan dan industri kimia kelas dunia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur setapak pun meski ada tekanan dari luar negeri maupun suara sumbang dari dalam negeri yang dianggapnya tidak berdasar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline