Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi!

adminbadge-check


					Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi! Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan teguran keras terhadap kelompok yang meragukan kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam, khususnya kelapa sawit. Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi adalah harga mati untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Dalam arahannya di sebuah acara nasional, Senin (2/2/2026), Presiden menyindir pihak-pihak yang dianggapnya hanya memberikan pandangan skeptis tanpa melihat gambaran besar kedaulatan ekonomi bangsa.

Prabowo menyoroti banyaknya suara sumbang yang sering kali datang dari pengamat maupun kelompok tertentu terkait kebijakan pengembangan produk turunan sawit dan biodiesel.

“Ada kelompok-kelompok yang hobinya memelihara pandangan skeptis. Mereka bilang, ‘Ah, buat apa sawit kita diolah sendiri? Kenapa tidak jual mentah saja?’ Ini pola pikir lama, pola pikir yang tidak percaya pada kekuatan bangsa sendiri,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas.

Menurut Presiden, sikap yang tidak konstruktif hanya akan menghambat laju kemandirian energi Indonesia. Ia meminta agar pihak-pihak tersebut berhenti melontarkan suara sumbang dan mulai mempercayai kemampuan bangsa dalam mengelola teknologi pengolahan sawit.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa program mandatori biodiesel (seperti B50 hingga B100) bukan sekadar proyek ambisius, melainkan strategi pertahanan ekonomi.

  • Pengurangan Impor: Menekan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM.

  • Kesejahteraan Petani: Memastikan harga TBS (Tandan Buah Segar) tetap stabil karena diserap pasar domestik.

  • Ketahanan Nasional: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga energi global.

“Kalau mereka tidak suka dengan langkah kita menuju kemandirian energi, silakan beri solusi. Jangan hanya melempar pandangan skeptis tapi tidak punya konsep yang lebih baik untuk rakyat,” tambah Prabowo.

Pemerintah saat ini memang tengah memacu percepatan proses hilirisasi kelapa sawit. Bukan hanya untuk energi, tetapi juga merambah ke produk pangan dan industri kimia kelas dunia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur setapak pun meski ada tekanan dari luar negeri maupun suara sumbang dari dalam negeri yang dianggapnya tidak berdasar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Rumah Sederhana, Nikodemus Awaiti Sambut Harapan Baru Lewat TMMD Kodim Mimika

13 Mei 2026 - 09:47 WIB

IMG 20260513 WA0040

Tutup Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua, Gubernur Sampaikan 5 Kesepakatan dan Catatan Penting

13 Mei 2026 - 09:05 WIB

IMG 20260513 180128

Pemkab Mimika Resmi Perpanjang Masa Jabatan 133 Kepala Kampung dan Bamuskam

13 Mei 2026 - 08:22 WIB

IMG 20260513 WA0039

Kepiting Bakau Mimika Tembus Malaysia, Karantina Papua Tengah Dorong Produk Lokal Go Internasional

13 Mei 2026 - 08:07 WIB

IMG 20260513 170551

BPN dan Pemkab Mimika Bentuk GTRA 2026, Dorong Lahan Produktif dan Cegah Konflik Pertanahan

13 Mei 2026 - 07:35 WIB

IMG 20260512 WA0026
Trending di Headline