Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi!

adminbadge-check


					Prabowo Pasang Badan Soal Hilirisasi Sawit: Jangan Hanya Lempar Suara Sumbang, Beri Solusi! Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan teguran keras terhadap kelompok yang meragukan kebijakan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam, khususnya kelapa sawit. Prabowo menegaskan bahwa hilirisasi adalah harga mati untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Dalam arahannya di sebuah acara nasional, Senin (2/2/2026), Presiden menyindir pihak-pihak yang dianggapnya hanya memberikan pandangan skeptis tanpa melihat gambaran besar kedaulatan ekonomi bangsa.

Prabowo menyoroti banyaknya suara sumbang yang sering kali datang dari pengamat maupun kelompok tertentu terkait kebijakan pengembangan produk turunan sawit dan biodiesel.

“Ada kelompok-kelompok yang hobinya memelihara pandangan skeptis. Mereka bilang, ‘Ah, buat apa sawit kita diolah sendiri? Kenapa tidak jual mentah saja?’ Ini pola pikir lama, pola pikir yang tidak percaya pada kekuatan bangsa sendiri,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang lugas.

Menurut Presiden, sikap yang tidak konstruktif hanya akan menghambat laju kemandirian energi Indonesia. Ia meminta agar pihak-pihak tersebut berhenti melontarkan suara sumbang dan mulai mempercayai kemampuan bangsa dalam mengelola teknologi pengolahan sawit.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa program mandatori biodiesel (seperti B50 hingga B100) bukan sekadar proyek ambisius, melainkan strategi pertahanan ekonomi.

  • Pengurangan Impor: Menekan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM.

  • Kesejahteraan Petani: Memastikan harga TBS (Tandan Buah Segar) tetap stabil karena diserap pasar domestik.

  • Ketahanan Nasional: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga energi global.

“Kalau mereka tidak suka dengan langkah kita menuju kemandirian energi, silakan beri solusi. Jangan hanya melempar pandangan skeptis tapi tidak punya konsep yang lebih baik untuk rakyat,” tambah Prabowo.

Pemerintah saat ini memang tengah memacu percepatan proses hilirisasi kelapa sawit. Bukan hanya untuk energi, tetapi juga merambah ke produk pangan dan industri kimia kelas dunia.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mundur setapak pun meski ada tekanan dari luar negeri maupun suara sumbang dari dalam negeri yang dianggapnya tidak berdasar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT ke-65, DPD Partai Golkar Mimika Gelar Syukuran, Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas Partai

20 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261021 001323

John NR Gobai Dorong Penataan Danau Paniai, Ekskavator Amfibi Disiapkan untuk Atasi Pendangkalan

20 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261020 225243

Hari Pertama Pelayanan Perlinsos di Deiyai, 500 Warga Jadi Sasaran Awal

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

IMG 20261020 WA0046

Pemuda Katolik Desak Pemprov, DPR, MRP dan Polda Papua Tengah Tertibkan Peredaran Miras

20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261020 WA0044

Pemkab Mimika Susun RAD TB 2026 – 2030, Perkuat Kolaborasi Tingkat Sektor

20 Oktober 2026 - 13:35 WIB

IMG 20261020 WA0042
Trending di Headline