Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Lucky Ireeuw: Jurnalis Boleh Pakai AI, Tapi Sebagai Alat Bantu Bukan Penentu

Etty Welerbadge-check


					Lucky Ireeuw: Jurnalis Boleh Pakai AI, Tapi Sebagai Alat Bantu Bukan Penentu Perbesar

Nabire – Pemimpin Redaksi Cendrawasih Post, Lucky Ireeuw menjelaskan pentingnya etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme.

Menurutnya, AI boleh digunakan jurnalis, namun hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai penentu kebijakan redaksi.

Hal tersebut disampaikan Ireeuw sebagai narasumber dalam sesi pelatihan bertajuk “Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme” yang digelar dalam Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire, Rabu (14/1/2026).

Sesi yang dimoderatori Misba, wartawan Seputar Papua, ini dihadiri pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nabire.

Ireeuw menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI kini telah digunakan oleh media dalam mencari informasi, mengolah, dan mempublikasikan konten. Namun, ia memperingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai dengan etika yang jelas.

“Penting dan terutama bagi kita semua, terutama para jurnalis, bahwa AI itu hanya sekadar bantu, dia bukan penentu kebijakan. Jadi kita menggunakan AI itu harus ada etikanya juga,” tegas Ireeuw usai memaparkan materi.

Ireeuw mengingatkan bahaya mengejar algoritma tanpa memperhatikan kebenaran informasi. Ia khawatir jika media hanya fokus pada konten yang viral atau masuk “For You Page” (FYP) tanpa memverifikasi kebenarannya.

“Jangan sampai terjadi bias mengejar algoritma, tetapi justru informasi bias. Publik akan menerima informasi itu mentah-mentah. Misalnya sesuatu yang mungkin tidak benar, tetapi karena mengikuti algoritma, dia FYP, sehingga itu saja yang diolah media. Media tinggal putar informasi itu terus. Nah, itu yang berbahaya,” jelasnya.

Pemimpin Redaksi Cendrawasih Post ini menegaskan bahwa AI seharusnya membantu mempercepat dan memperlancar pekerjaan jurnalistik agar lebih efisien. Namun, semua data yang diperoleh dari AI harus tetap diverifikasi dan diolah kembali oleh jurnalis.

“AI membantu kita memperlancar, lebih efisien, oke. Tapi data semua yang kita peroleh dari AI itu harus diverifikasi dan kita harus mengolahnya lagi. Itu yang perlu digaris bawahi yang penting,” tegasnya.

Ireeuw mengajak para pekerja media untuk tidak sampai tergantung sepenuhnya pada AI hingga melupakan nilai-nilai fundamental jurnalisme.

“Saya coba uraikan supaya kita yang menggunakan, pekerja media, jangan sampai tergantung pada AI. Kita yang punya nilai-nilai kebenaran, nilai-nilai jurnalistik, nilai-nilai terhadap masyarakat, itu jangan sampai menjadi hilang karena teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali prinsip utamanya: “Jurnalis boleh memakai AI, tapi sebagai alat bantu bukan sebagai penentu.”

Sesi pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua yang berlangsung 13-15 Januari 2026, menghadirkan 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, serta pelajar dan mahasiswa sebagai peserta. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan

23 Juni 2026 - 07:47 WIB

IMG 20260623 WA0024

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Timika

23 Juni 2026 - 07:44 WIB

IMG 20260623 WA0002

Polres Mimika Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

23 Juni 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260623 WA0035

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Dorong RS Bhayangkara Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Mimika

23 Juni 2026 - 07:37 WIB

IMG 20260623 WA0033

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

23 Juni 2026 - 07:30 WIB

IMG 20260623 WA0019
Trending di Headline