Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Pemprov Papua Tengah Soroti Mahal­nya Akses Internet dan Komunikasi di Wilayah 3T

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Soroti Mahal­nya Akses Internet dan Komunikasi di Wilayah 3T Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyoroti masih tingginya biaya akses komunikasi dan internet yang menjadi salah satu tantangan utama dalam percepatan transformasi digital pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, saat membuka Bimbingan Teknis Transformasi Digital Arsip dan Naskah Dinas melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Papua Tengah di Hotel Mahavira II, Nabire.

Menurut Ukkas, Papua Tengah masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan kondisi infrastruktur telekomunikasi yang belum memadai. Dampaknya, biaya akses komunikasi di sejumlah wilayah, khususnya daerah pedalaman, jauh lebih mahal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Di pedalaman Papua Tengah, biaya komunikasi masih sangat mahal. Bahkan untuk layanan sederhana seperti SMS saja, biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Ini sangat berbeda dengan wilayah lain di luar Papua yang jauh lebih murah,” ujar Ukkas.

Ia menjelaskan bahwa mahalnya tarif komunikasi dan internet ini menjadi hambatan serius dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, termasuk digitalisasi arsip dan surat-menyurat melalui aplikasi SRIKANDI.

“Digitalisasi tidak akan berjalan maksimal kalau infrastruktur internet masih terbatas dan mahal. Karena itu, pemerintah daerah perlu memikirkan solusi konkret agar jaringan komunikasi bisa menjangkau wilayah distrik dan kampung,” katanya.

Ukkas menyebut salah satu alternatif jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan jaringan internet di wilayah pedalaman adalah pemanfaatan layanan internet satelit seperti Starlink, yang dinilai dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan infrastruktur jaringan permanen.

Selain berdampak pada pemerintahan, mahalnya biaya akses komunikasi juga dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari layanan publik, pendidikan, hingga ekonomi. Kondisi ini dinilai memperlebar kesenjangan digital antara Papua Tengah dan daerah lain di Indonesia.

“Kita tidak bisa bicara transformasi digital jika masyarakat masih kesulitan mengakses jaringan dan biaya internet masih tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap isu mahalnya akses komunikasi dan internet dapat menjadi perhatian serius semua pihak, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur digital dapat segera dilakukan demi mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang merata di seluruh wilayah Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Buka Festival Pelajar dan Kebudayaan Papua Tengah 2026, Gubernur Nawipa Tekankan Pelestarian Budaya dan Pendidikan Karakter

24 Juni 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260624 WA0052

Jelang Pasar Mama-Mama Papua Beroperasi, Disperindag Deiyai Mulai Data Pedagang Asli

24 Juni 2026 - 11:36 WIB

IMG 20260624 WA0042

Dinkes Mimika Akan Launching Program MCU Usia Produktif

24 Juni 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260624 WA0047

Puluhan Nakes RSUD Elvrida Sara Ikuti Program Magang di RSUD Mimika

24 Juni 2026 - 11:03 WIB

IMG 20260624 WA0045

Kelurahan Inauga Salurkan Bantuan Pangan Bapanas untuk 2.308 KK

24 Juni 2026 - 10:58 WIB

IMG 20260624 WA0044
Trending di Headline