Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

Ribuan Warga Papua Tengah Kembali ke Rumah setelah Masa Mengungsi Akibat Gangguan OPM

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

PANIAI – Sejumlah ribuan penduduk dari empat distrik di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, akhirnya pulang ke rumah masing-masing setelah mengungsi karena situasi tegang yang disebabkan oleh kegiatan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Letnan Kolonel Infanteri Candra Kurniawan menyampaikan bahwa sebelumnya penduduk dari Distrik Bibida, Distrik Paniai Timur, Distrik Dogomo, dan Distrik Duma-Dama telah mengungsi di gereja. Mereka kini kembali ke rumah masing-masing pada hari Selasa (25/6/2024) dengan didampingi pengawalan dari TNI-Polri.

“Pengungsi yang sebelumnya mengungsi di Gereja Katolik Paroki Salib Suci Madi, yang dipimpin oleh Kepala Distrik Bibida Yoris Songgonau, telah kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan dari aparat keamanan TNI-Polri,” ujar Candra seperti dilansir dari CNN Indonesia, pada Jumat (28/6/2024).

Candra menjelaskan bahwa pemulangan penduduk tersebut dilakukan menggunakan 14 unit kendaraan roda empat milik Kodim 1703/Deiyai, Polres Paniai, dan kendaraan dari masyarakat.

“Masyarakat merasa aman sehingga mereka sendiri yang meminta untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing,” tambahnya.

Selain itu, penduduk juga mengajukan permintaan untuk membangun Polsek, Koramil, dan Kantor Distrik di daerah tersebut.

“Pemulangan penduduk pengungsi dari 4 distrik dan 13 kampung, terdiri dari 1.035 laki-laki dan 848 perempuan, total 1.883 orang,” jelas Candra.

Sebelumnya, di Kabupaten Paniai, terjadi insiden di mana seorang anggota TNI bernama Danis Murib tewas ditembak oleh aparat keamanan. Panglima Komando Gabungan Wilayah (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Richard Tampubolon, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam konteks operasi pengejaran terhadap OPM setelah mereka menyerang warga sipil di Paniai.

“Dalam operasi itu, aparat berhasil merebut wilayah Distrik Bibida yang sebelumnya dikuasai oleh OPM pada Jumat (14/6),” kata Richard beberapa waktu lalu.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan

23 Juni 2026 - 07:47 WIB

IMG 20260623 WA0024

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Timika

23 Juni 2026 - 07:44 WIB

IMG 20260623 WA0002

Polres Mimika Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

23 Juni 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260623 WA0035

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Dorong RS Bhayangkara Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Mimika

23 Juni 2026 - 07:37 WIB

IMG 20260623 WA0033

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

23 Juni 2026 - 07:30 WIB

IMG 20260623 WA0019
Trending di Headline