Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

News

Festival Budaya Lokal AMOR, Bupati Johannes Rettob Harap Jadi Agenda Tahunan Agar Masyarakat Dapat Mencintai dan Membanggakan Produk Lokal

Etty Welerbadge-check


					Festival Budaya Lokal AMOR, Bupati Johannes Rettob Harap  Jadi Agenda Tahunan Agar Masyarakat Dapat Mencintai dan Membanggakan Produk Lokal Perbesar

TIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob secara resmi membuka Festival Budaya Lokal suku Amungme dan Kamoro (AMOR), Rabu (26/06). Kegiatan berlangsung di Lapangan eks Pasar Lama Timika. Pembukaan festival budaya Amor ditandai dengan pemukulan tifa.

Sambutan Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Untuk itu diperlukan langkah strategis berupa upaya pemajuan kebudayaan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat yang berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Melaksanakan mandat pokok pikiran kebudayaan daerah, diperlukan suatu kegiatan yang mencerminkan pengembangan dan pelestarian kebudayaan seperti festival budaya lokal yang saat ini dilaksanakan, dengan mengangkat tema “Melalui Festival Budaya Amungme dan Kamoro kita Lestarikan Produk dan Budaya Lokal sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan Daerah”.

Pameran kerajinan tangan seperti ukiran anyaman, rajutan noken dan berbagai aksesoris lainnya, penampilan tari-tarian lomba busana daerah yang dirangkum dalam festival budaya, diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Mimika. Sehingga masyarakat dapat mencintai dan membanggakan produk lokal itu sendiri. Salah satu cara untuk mengajak generasi muda melestarikan dan mengembangkan budaya lokal sejak dini adalah dengan melibatkan para anak sekolah sebagai generasi muda, tetapi juga semua lapisan masyarakat yang terus-menerus dilatih dan dibina sebagai generasi pelanjut yang wajib menjunjung tinggi nilai budaya lokal.

Kita sadar bahwa tanpa bantuan masyarakat tentu kita tidak bisa berbuat banyak untuk membangun daerah, juga melestarikan budaya lokal. Kebersamaan sangatlah penting di dikedepankan agar kita dapat membangun daerah lebih baik dan maju. Oleh karenanya melalui kesempatan yang baik ini saya mengajak kita semua agar kedepan kita bergandengan tangan untuk menanamkan jiwa seni dan budaya, sehingga kita dapat menciptakan pilar-pilar kesenian tradisional yang berakar dan saling berkesinambungan dari generasi ke generasi dalam mengembangkan dan melestarikan budaya lokal di Kabupaten Mimika,” kata Bupati John Rettob.

John Rettob menambahkan, semua yang tinggal di Mimika harus menjadikan Mimika rumah bersama. Dimana rumah melambangkan Mimika sebagai tempat tinggal bersama yang nyaman, aman dan sejahtera bagi seluruh masyarakat bersama melambangkan semangat gotong-royong dan kolaborasi antar seluruh elemen masyarakat untuk membangun Mimika bersama-sama atau juga dapat dipaparkan Pada kesempatan ini.

Konsep Mimika rumah bersama sebagai berikut Ru- Rukun melambangkan persatuan dan kerukunan masyarakat Mimika dalam membangun daerah.  Mah- Makmur, aman harmonis dimana Makmur berarti mencapai kesejahteraan ekonomi yang stabil bagi seluruh masyarakat Mimika.

Aman artinya menjamin keamanan dan ketertiban sejalan dengan misi menciptakan Mimika yang aman tertib dan damai. Harmonis berarti mewujudkan kehidupan sosial yang damai dan harmonis di antara warga. Dan bersama dapat dijabarkan sebagai berikut. Berkembang berarti mendorong fasih dan kemajuan dalam berbagai sektor mencerminkan tujuan membuat Mimika progresif dan berkelanjutan, sejahtera, adil.

Yakni Sejahtera berarti mencapai kesejahteraan bagi seluruh warga melalui pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Adil berarti menegakkan keadilan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat tanpa diskriminasi sesuai dengan misi mewujudkan pemerintah yang dinamis dan akuntabel. Mandiri artinya membangun Mimika yang mandiri dan tangguh dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

Bupati John Rettob didampingi para Forkopimda yakni Danlanud Yohanis Kapiyau Timika, Danlantamal Timika, Kapolres Mimika, Dansatrad Timika, Kejari, Kepala Pengadilan, pimpinan OPD Pemkab Mimika, serta tamu undangan lainnya meninjau langsung stand-stand budaya suku Amungme dan Kamoro yang menjual segala bentuk ukiran, anyaman noken, tikar, kalung, hiasan kepala khas Papua, Tawuri, anyaman tikar dan makanan-makanan berbahan dasar produk lokal.

Kegiatan pengelolaan kebudayaan yang masyarakat pelakunya dalam daerah kabupaten/kota.

Festival budaya Amungme – Kamoro juga menampilkan tarian perang-perangan dari suku Amungme dan tarian dari pelajar SMPN Koperapoka. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh

17 April 2026 - 03:45 WIB

Antarafoto program media pers dan pembangunan peradaban ham 1773239523 ratio 16x9

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakor Penyelesaian Konflik Tapal Batas Adat Kapiraya

16 April 2026 - 16:11 WIB

IMG 20260416 WA0044

Gubernur Nawipa Buka FGD RPPLH, Tekankan Pentingnya Pengelolaan SDA Bijak

16 April 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260416 WA0037

Atas Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

16 April 2026 - 15:56 WIB

IMG 20260416 WA0022

Makna Sejati Pengabdian Dengan Hadir Langsung Menjawab Panggilan Kemanusiaan

16 April 2026 - 15:47 WIB

IMG 20260416 WA0025
Trending di Headline