Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Gabungan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Dogiyai Serahkan Aspirasi Penolakan Pemekaran DOB Mapia Raya Kepada DPR RI 

Etty Welerbadge-check


					Gabungan Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Dogiyai Serahkan Aspirasi Penolakan Pemekaran DOB Mapia Raya Kepada DPR RI  Perbesar

JAKARTA – Aspirasi penolakan terhadap rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Mapia Raya resmi diserahkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kabupaten Dogiyai kepada DPR RI melalui Kasubag Persuratan Sekretariat Jenderal DPR RI, Kusnadi, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).

Kusnadi menyampaikan bahwa pihaknya akan mengarsipkan surat aspirasi tersebut dan meneruskannya kepada Komisi II DPR RI.

“Aspirasi ini akan kami arsipkan dan sampaikan kepada Komisi II untuk dibahas,” ujarnya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Dogiyai, Yohanes Degei, menegaskan bahwa aspirasi yang dibawa ke pusat merupakan suara asli masyarakat Dogiyai.

“Sesuai tugas dan tanggung jawab, DPRD menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Setelah audiensi dengan DPR Provinsi dan Gubernur, kali ini kami menindaklanjutinya sampai ke pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Aksi Tolak Pemekaran DOB Mapia Raya, Yomi Goo, menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum jika DPR RI tetap memaksakan pengesahan DOB tersebut.

“Jika DPR RI secara paksa mengesahkan pemekaran Mapia Raya, kami mahasiswa siap mengajukan uji materi di Mahkamah Agung dan mengundang semua pihak untuk kajian ilmiah,” tegasnya.

Menurutnya, rencana pemekaran DOB Mapia Raya tidak memenuhi sejumlah kriteria pembentukan daerah baru, seperti kemampuan ekonomi, jumlah penduduk, luas wilayah, potensi daerah, hingga faktor sosial budaya.

Sebelumnya, aspirasi serupa juga telah disampaikan kepada DPR Provinsi Papua Tengah dan Gubernur Papua Tengah melalui audiensi, dengan harapan pemerintah segera membatalkan rencana pembentukan DOB Mapia Raya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline