Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Dinkes Mimika Evaluasi Angka Kematian Ibu dan Bayi, Imbau Ibu Melahirkan Ditangani Nakes

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Evaluasi Angka Kematian Ibu dan Bayi, Imbau Ibu Melahirkan Ditangani Nakes Perbesar

TIMIKA – Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengevaluasi pencegahan dan penyebab utama kematian ibu dan bayi di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Kegiatan berlangsung di Hotel Horizon Diana, Jumat (30/10/2026) yang diikuti oleh Dokter dan penanggung jawab KIA di 26 Puskesmas, Perwakilan pelayanan ibu dan bayi rumah sakit, Klinik, PSC 119 dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Mimika.

Kegiatan tersebut berfokus pada evaluasi capaian pelayanan, kesiapan tenaga dan sarana, hambatan penanganan komplikasi serta rujukan, dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama. Pengkajian kasus dilaksanakan tersendiri melalui kegiatan audit.

Dinas Kesehatan melaporkan pada periode Januari-September 2026, Kabupaten Mimika mencatat 3.943 kelahiran hidup, 10 kematian ibu, 41 kematian neonatal, 8 kematian pascaneonatal, dan 2 kematian anak usia 12-59 bulan.

Secara kumulatif, terdapat 49 kematian bayi dan 51 kematian balita. Berdasarkan data tersebut, AKI sebesar 253,61 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKN 10,40, AKB 12,43, dan AKBA 12,93 per 1.000 kelahiran hidup.

Sementara itu, target Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2026 menetapkan AKI sebesar 109 per 100.000 kelahiran hidup, serta AKN 8,40, AKB 11,63, dan AKBA 13,80 per 1.000 kelahiran hidup.

Angka sementara AKI,AKN, dan AKB Kabupaten Mimika masih berada di atas target, sedangkan AKBA berada di bawah target. Perbandingan ini menjadi gambaran awal karena data baru mencakup Januari-September 2026.

Plh. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Marselino Mameyau mengatakan berdasarkan kondisi tersebut, Dinkes Mimika melaksanakan Pertemuan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi.

20261030

Melalui evaluasi, Marselino berharap seluruh tenaga kesehatan lebih fokus dan meningkatkan perhatian terhadap pelayanan ibu dan anak, terutama sejak masa kehamilan.

“Ibu hamil harus mendapatkan pengawasan hingga proses persalinan. Setelah melahirkan, kesehatan ibu dan anak juga harus terus dipantau hingga anak berusia lima tahun,” kata Marselino saat diwawancarai.

Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan ibu dan bayi dengan mempercayakan proses persalinan kepada tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak juga perlu dilakukan secara rutin melalui Posyandu maupun Puskesmas terdekat guna memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi menggunakan jasa dukun dalam proses persalinan. Sebaiknya seluruh proses persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan agar keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin,” tutupnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

31 Oktober 2026 - 12:21 WIB

IMG 20261031 WA0018

Papua Tengah Usulkan Ambulans Darat, Kemenkes Respons dengan Rencana Helikopter Medis

31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

IMG 20261031 WA0017

Kementerian Kesehatan Respons Usulan Rehabilitasi 54 Puskesmas di Papua Tengah

31 Oktober 2026 - 12:06 WIB

IMG 20261031 WA0016

Papua Tengah Siapkan Lahan 20 Hektare, Rumah Sakit Besar Ditargetkan Dibangun 2027

31 Oktober 2026 - 12:02 WIB

IMG 20261031 WA0015

Disperindag Mimika Kaji Penerapan Ganjil Genap untuk Kendaraan Roda Dua

31 Oktober 2026 - 09:28 WIB

IMG 20261030 WA0001
Trending di News