NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan rumah sakit besar yang direncanakan mulai dibangun pada 2027 dengan dukungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengatakan rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari tujuh agenda prioritas yang disampaikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah kepada Kementerian Kesehatan dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kepada wartawan, Kamis (29/10/2026), Deinas menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan merespons usulan pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pelayanan kesehatan di Papua Tengah.
Menurutnya, rumah sakit besar yang direncanakan dibangun di tingkat provinsi akan menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di Papua Tengah. Pembangunannya ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
“Rumah sakit besar di Provinsi Papua Tengah akan dibangun tahun depan. Setelah usulan program dan permohonan kami disampaikan, Kementerian Kesehatan langsung memberikan respons,” kata Deinas.
Selain pembangunan rumah sakit tingkat provinsi, pemerintah pusat juga merespons rencana pembangunan rumah sakit di sejumlah kabupaten, yakni Deiyai, Dogiyai, Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya.
Deinas mengatakan, dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan, khususnya bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan fasilitas rumah sakit di daerahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan juga meminta pemerintah daerah di delapan kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan lahan untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan.
“Kementerian Kesehatan menugaskan pemerintah di delapan kabupaten dan satu provinsi untuk menyiapkan lahan. Minimal lahannya harus tersedia. Setelah itu, program yang diajukan gubernur dan wakil gubernur dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Deinas menyebutkan, khusus untuk pembangunan rumah sakit besar tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare.
Ia menegaskan, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan sektor kesehatan di Papua Tengah.
“Kalau kita diam diri, siapa lagi yang akan membangun. Karena itu, kami selalu berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Apa yang menjadi kekurangan di Papua Tengah harus kita sampaikan agar bisa dilengkapi melalui program pemerintah pusat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dukungan tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga pembangunan fasilitas kesehatan yang direncanakan mampu meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah provinsi. (MB)








