TIMIKA – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kasubdit Kewaspadaan Dini dan Kerja Sama Intelijen Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri RI, Theophilus Lukas Ayomi, saat menghadiri sosialisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kewaspadaan dini dan kerja sama intelijen yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika di salah satu hotel di Jalan Yos Sudarso, Kamis (1/10/2026).
Menurut Lukas, menjaga stabilitas sosial dan politik tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat keamanan maupun pemerintah. Partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk membantu pemerintah mengenali berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Ia mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam menjaga kondisi daerah, salah satunya melalui FKDM.
“Dengan forum ini diharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga daerahnya tetap stabil, sehingga ancaman gangguan terhadap pembangunan, pelayanan masyarakat, dan publik bisa diantisipasi secara dini,” ujarnya.
Lukas menjelaskan, informasi yang diperoleh melalui deteksi dini dapat menjadi bahan bagi pemerintah maupun aparat penegak hukum dalam mengambil langkah pencegahan terhadap potensi gangguan Kamtibmas.
Menurutnya, semakin cepat suatu persoalan diketahui, semakin memungkinkan dilakukan langkah penanganan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Inti dari FKDM ini adalah pemerintah melibatkan partisipasi masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial politik di daerah,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili pemerintah daerah Bupati, Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot, menyebut stabilitas keamanan, ketenteraman, kedamaian, serta kondisi daerah yang kondusif merupakan fondasi penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun peningkatan kualitas pelayanan publik akan menghadapi berbagai kendala apabila masyarakat berada dalam situasi yang tidak aman dan penuh kekhawatiran.
“Kita tidak mungkin membangun ekonomi masyarakat dengan baik apabila masyarakat hidup dalam suasana penuh kekhawatiran,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga membutuhkan informasi yang cepat mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Keterlambatan dalam mengetahui suatu persoalan dapat memengaruhi kemampuan pemerintah dalam memberikan respons dan pelayanan.
“Karena itu, kewaspadaan dini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Mimika, Ronny Marjen, kembali menekankan pentingnya FKDM dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah. Informasi yang disampaikan, kata dia, harus valid sehingga dapat menjadi dasar dalam melakukan langkah pencegahan maupun penanganan ketika terjadi potensi konflik.
Melalui penguatan peran FKDM, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh informasi dari masyarakat secara lebih cepat dan akurat, sehingga berbagai potensi gangguan terhadap keamanan, ketertiban, serta pembangunan di Kabupaten Mimika dapat diantisipasi sejak dini. (Cr2)







