Menu ✖

Mode Gelap
TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN Staff Ahli DPD RI Papua Tengah Dorong Anak Muda Kreatif di Era Digital Program Sekolah Sepanjang Hari Gagasan Meki Nawipa Resmi Diluncurkan di Puncak Jaya BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah

Headline

Apiana Badii Pigome: Kerajinan Khas Deiyai Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Perajin

Etty Welerbadge-check


					Apiana Badii Pigome: Kerajinan Khas Deiyai Harus Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perbesar

DEIYAI — Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai, Apiana Badii Pigome, mengajak masyarakat mengembangkan kerajinan tangan khas daerah agar memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurut Apiana, kerajinan tangan yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Deiyai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha produktif. Karena itu, para perajin diharapkan tidak hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan.

Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti pameran Kriyanusa di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (30/9/2026) sore.

Apiana mengatakan, keterampilan masyarakat Deiyai dalam menghasilkan berbagai kerajinan tangan merupakan potensi yang perlu mendapat perhatian dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia menilai, peningkatan kualitas produk menjadi salah satu langkah penting agar kerajinan lokal memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi.

“Kerajinan tangan harus bisa menjadi sumber kesejahteraan warga Deiyai. Maka itu, kami mengajak warga Deiyai untuk terus meningkatkan kualitas kerajinan tangan,” kata Apiana.

Teknologi Membuka Peluang Pasar Lebih Luas

Selain kualitas produk, Apiana menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran kerajinan khas Deiyai.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memberikan kesempatan bagi para perajin untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada konsumen di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar Papua.

Media sosial dan platform pemasaran digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan keunikan produk sekaligus menjangkau calon pembeli.

“Warga juga kami harapkan bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memasarkan hasil kerajinan tangan Deiyai ke mana saja,” ujarnya.

Ia berharap para perajin mulai memanfaatkan peluang tersebut, baik secara mandiri maupun melalui kelompok dan sanggar yang selama ini menjadi wadah pengembangan kreativitas masyarakat.

Dengan pemasaran yang semakin luas, produk kerajinan lokal diharapkan tidak hanya dikenal sebagai hasil karya budaya, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Pemerintah Diminta Perhatikan Kelompok Perajin

Apiana turut meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pengembangan kerajinan tangan masyarakat.

Menurutnya, pembinaan dan perhatian pemerintah diperlukan agar para perajin dapat terus meningkatkan keterampilan, kualitas produk, serta kemampuan dalam mengembangkan usaha.

“Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Deiyai maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membantu warga, terutama baik individu maupun kelompok atau sanggar yang selama ini mengembangkan kreativitas dalam kerajinan tangan,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat menjangkau perajin perorangan, kelompok masyarakat, hingga sanggar yang selama ini aktif menghasilkan berbagai produk kerajinan khas Deiyai.

Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Deiyai dalam Kriyanusa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memotivasi para perajin untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hasil karya.

Apiana menegaskan bahwa pengembangan kerajinan tangan perlu berjalan seiring dengan upaya pelestarian budaya. Dengan demikian, warisan leluhur masyarakat Deiyai tetap terjaga, sementara hasil kreativitas tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan ekonomi keluarga.

Ia berharap kerajinan khas Deiyai semakin berkembang, memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas, dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di masa mendatang. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKDM Didorong Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas di Mimika

1 Oktober 2026 - 13:40 WIB

IMG 20261001 WA0067

BPBD Mimika Imbau Warga Tidak Menggunakan Air Hujan Selama Pembenihan Awan

1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

IMG 20261001 WA0065

Latihan Gabungan Calon Paskibraka Mimika 2027 Resmi Dibuka

1 Oktober 2026 - 13:32 WIB

IMG 20261001 223127

Hutan Terbakar dan Air Kering! Ini Perjuangan Mama-Mama Pengrajin Noken Bertahan Hidup di Pasar Oyehe

1 Oktober 2026 - 13:22 WIB

IMG 20261001 WA0046

KPK Dampingi Pemprov Papua Tengah Benahi Tata Kelola Perencanaan, Penganggaran hingga PBJ

1 Oktober 2026 - 13:17 WIB

IMG 20261001 WA0042
Trending di Headline