NABIRE — MEPA Boarding School memperingati Dies Natalis ke-1 Anniversary di Kampus MEPA Boarding School, SP 2 Kampung Kali Semen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (30/9/2026).
Perayaan satu tahun perjalanan pendidikan tersebut mengusung tema “Rooted in Culture, Growing Toward the Future”, dengan landasan firman Mazmur 78:4-7.
Tema tersebut menjadi gambaran arah pendidikan MEPA Boarding School yang berupaya membangun generasi muda Papua dengan tetap berakar pada budaya, nilai kehidupan dan sejarah masyarakat, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Dalam perayaan tersebut, siswa MEPA Boarding School menampilkan berbagai kekayaan budaya Papua, baik dari wilayah pegunungan maupun pesisir.

Tarian dan seni budaya yang ditampilkan menggambarkan kehidupan masyarakat Papua pada masa lalu, sebelum hadirnya berbagai perkembangan infrastruktur, teknologi dan perubahan kehidupan modern.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan agar para siswa mengenali kembali kehidupan dan budaya masyarakat Papua sebelum perkembangan zaman seperti yang dirasakan saat ini.
Melalui kegiatan itu, siswa diperkenalkan dengan nilai, budaya, seni serta akar pendidikan masyarakat Papua.
Pemerintah Apresiasi Perjalanan Satu Tahun MEPA
Mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Staf Ahli III Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar MEPA Boarding School.

Menurut Marthen, Dies Natalis bukan hanya momentum memperingati bertambahnya usia sebuah lembaga pendidikan.
“Dies Natalis merupakan kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mengevaluasi apa yang telah dikerjakan, serta membangun semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan pelayanan pendidikan yang semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap memasuki usia pertama, MEPA Boarding School terus membangun fondasi pendidikan yang kuat.
Fondasi tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut kemampuan akademik, tetapi juga pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab dan nilai-nilai kehidupan.
“Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda Papua. Sekolah bukan hanya tempat bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter, menemukan potensi, belajar hidup bersama serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat,” katanya.
Pendidikan Membutuhkan Kerja Bersama
Marthen menekankan keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah seorang diri.
Menurutnya, dibutuhkan kerja sama antara yayasan, pimpinan sekolah, guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat.
Ia juga meminta para siswa memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh, belajar dengan tekun, menjaga kedisiplinan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Marthen berharap para siswa MEPA nantinya tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter yang baik dan kepedulian terhadap sesama serta daerahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Titip Generasi Papua kepada MEPA
Dalam sambutannya, Marthen juga menitipkan anak-anak Papua yang sedang menempuh pendidikan di MEPA agar dibina sehingga kelak mampu berkontribusi bagi daerah.
Ia menyinggung masih adanya sejumlah daerah di Papua yang menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan konflik.
Karena itu, ia berharap lulusan MEPA tidak takut untuk kembali ke daerah asal dan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi.
“Saya titip anak-anak ini, bina mereka sehingga suatu saat mereka tidak seperti pejabat hari ini yang takut turun ke daerah-daerah. Tetapi mereka turun ke sana bersama Tuhan Yesus,” pesannya.
Ia berharap generasi yang lahir dari MEPA dapat membawa perubahan dan ikut membangun daerah-daerah di Papua Tengah.
Marthen mengingatkan agar Dies Natalis pertama MEPA tidak berhenti sebagai acara seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik.
“Mari kita bersama-sama membangun generasi Papua Tengah yang berpendidikan, berkarakter, mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Honai Generasi Unggul Papua, Nehes Jon Fallo, M.Pd, dalam Year Report menjelaskan bahwa MEPA lahir dari kerinduan untuk menghadirkan sekolah yang mampu mempersiapkan generasi masa depan Papua.
Ia menjelaskan bahwa MEPA menggunakan konsep Mentoring, Education, Prayer dan Action sebagai bagian dari pendekatan pendidikan di lingkungan boarding school.
Tahun pertama, menurut Nehes, menjadi masa untuk meletakkan dasar dan fondasi pendidikan.
Dengan tema “Rooted in Culture, Growing Toward the Future”, perayaan Dies Natalis ke-1 MEPA Boarding School menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan generasi Papua diarahkan untuk tetap mengenal akar budaya sekaligus bertumbuh menghadapi masa depan.(MB)






