TIMIKA — Kepolisian Resor Mimika memastikan terdapat dugaan yang mengarah kepada pelaku dalam kasus pembunuhan dua siswa SMK Negeri 1 Kuala Kencana, NG dan TK, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel di kawasan SP 3.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan dugaan tersebut diperoleh setelah polisi memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang yang diketahui bersama kedua korban pada detik-detik terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Termasuk orang yang bersama almarhum ini di detik-detik terakhirnya,” kata Kapolres Alredo Rumbiak, Rabu (2/9/2026).
Kepolisian disebutnya juga telah mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dinilai dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Dari rekaman itu, polisi melihat sejumlah pergerakan yang kini sedang didalami untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan kondisi di lokasi kejadian.
“CCTV juga kita sudah dapatkan. Di situ ada kelihatan pergerakannya,” singkatnya.
Kapolres Alredo Rumbiak menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Polisi sebelumnya telah memeriksa lima orang saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.
Ia mengatakan, dari keterangan para saksi dan bukti CCTV tersebut sudah terdapat dugaan yang mengarah kepada pelaku yang diduga berkaitan dengan kematian kedua korban.
Namun, polisi masih membutuhkan proses pembuktian lebih lanjut sebelum menentukan langkah hukum terhadap pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini menimpa NG dan TK, dua pelajar SMK Negeri 1 Kuala Kencana yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah bengkel kawasan SP 3.
Keduanya ditemukan meninggal dunia di kamar bagian belakang bengkel pada Minggu (30/8/2026) pagi. Kedua korban ditemukan mengalami luka sayatan pada bagian leher.
Polisi hingga kini masih mendalami motif serta rangkaian kejadian yang menyebabkan kedua pelajar tersebut meninggal dunia. (Cr1)






