TIMIKA – Polisi akhirnya menemukan mobil yang diduga digunakan para pelaku dalam aksi penganiayaan berat di kawasan Mile 28, Jalan Freeport Lama, yang menewaskan seorang pria berinisial EH.
Kendaraan tersebut diketahui merupakan mobil rental yang disewa oleh para pelaku sebelum digunakan dalam aksi kejahatan. Mobil itu ditemukan polisi di salah satu tempat penyewaan kendaraan di Jalan Ahmad Yani, Mimika, pada Rabu (2/9/2026) sore.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, membenarkan penemuan kendaraan tersebut.
“Mobil yang digunakan para pelaku pembacokan di Mile 28 sudah kami temukan di salah satu penyewaan di Jalan Ahmad Yani, pada Rabu sore,” ujar Alredo.
Dalam aksinya, para pelaku diduga sengaja melepas seluruh nomor polisi yang terpasang pada kendaraan tersebut untuk menghilangkan jejak.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kendaraan. Dari hasil interogasi, diketahui mobil tersebut tidak disewa langsung oleh pelaku kepada pemiliknya. Proses penyewaan dilakukan melalui pemilik rental lain yang selama ini menjadi langganan salah satu pelaku.
Menurut Alredo, pemilik kendaraan maupun pihak yang menghubungkan penyewa dengan rental tidak mengetahui rencana penggunaan mobil tersebut untuk melakukan tindak kejahatan.
“Memang pemilik mobil dan yang menghubungi tidak tahu bahwa mobil ini akan digunakan untuk melakukan kejahatan. Tetapi kami sudah berhasil mengantongi identitas salah satu pelaku,” jelasnya.
Temuan kendaraan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi pada Selasa (1/9/2026) tersebut.
Berkaca dari kejadian tersebut, Kapolres Mimika mengingatkan para pemilik usaha rental kendaraan agar lebih berhati-hati dalam melayani penyewa.
Ia meminta setiap kendaraan yang disewakan harus dilengkapi dengan identitas penyewa yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya minta dan imbau, setiap rental mobil wajib meminta identitas penyewanya. Hal ini bisa meminimalisir penyalahgunaan kendaraan yang akan disewa,” tegas Alredo.
Polisi kini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan para pelaku dan mengusut tuntas kasus penganiayaan yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut. (IT)







