Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

Headline

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

Etty Welerbadge-check


					MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua Perbesar

TIMIKA — Kekayaan mineral Indonesia dinilai tidak cukup hanya dikelola sebagai komoditas untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sumber daya mineral harus mampu diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus menjadi kekuatan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi Kompetisi Jurnalistik Media MIND ID yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan Danantara di Timika, Papua Tengah, Kamis  (3/9/2026).

Mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, kompetisi jurnalistik yang telah digelar sejak 2022 ini kembali membuka ruang bagi para jurnalis di Kabupaten Mimika untuk menggali dan mengangkat berbagai cerita di balik industri pertambangan.

IMG 20260903 WA0019

Bukan hanya soal aktivitas produksi dan operasional tambang, para jurnalis didorong melihat lebih jauh bagaimana kekayaan mineral berkontribusi terhadap pembangunan daerah, kehidupan masyarakat hingga perekonomian Indonesia.

Department Head Corporate Communications MIND ID, Pratiwa Dyatmika, mengatakan tantangan industri pertambangan ke depan adalah memastikan kekayaan mineral Indonesia mampu memberikan nilai ekonomi yang semakin besar di dalam negeri.

Menurutnya, ketergantungan terhadap ekspor mineral mentah perlu terus dikurangi melalui penguatan hilirisasi serta pembangunan ekosistem industri yang saling terhubung.

“Indonesia tidak bisa terus hanya menjual mineral mentah. Kita perlu meningkatkan nilai tambah, bagaimana dari sebuah produk bisa terintegrasi antarpelaku industri sehingga menjadi produk baru,” kata Pratiwa.

Ia menjelaskan, ekosistem MIND ID bersama perusahaan-perusahaan yang berada di dalamnya memiliki peluang besar untuk membangun rantai industri terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral, tetapi juga memperkuat kontribusi industri pertambangan terhadap perekonomian nasional.

Sejumlah sektor menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut, di antaranya industri aluminium hingga pengembangan bahan baku baterai.

Tak Hanya Soal Ekonomi

Pratiwa menegaskan, kontribusi industri pertambangan tidak berhenti pada aspek ekonomi. Keberadaan perusahaan tambang juga memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat terus dikembangkan, antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Selain aspek ekonomi, perusahaan juga berkontribusi terhadap masyarakat melalui program sosial, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk pengelolaan lingkungan dan SDM,” ujarnya.

Menurut dia, berbagai aspek tersebut dapat menjadi perspektif penting bagi jurnalis dalam menghasilkan karya jurnalistik yang lebih komprehensif.

Para jurnalis tidak hanya dituntut memberitakan apa yang terjadi di industri pertambangan, tetapi juga menggali cerita tentang dampak, manfaat, tantangan, dan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sebagai bagian dari keberadaan industri ekstraktif.

Dalam sosialisasi tersebut, Technical Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga, turut memberikan gambaran mengenai aktivitas pertambangan serta perkembangan operasional PTFI di Mimika.

Sementara itu, perwakilan Kantor Berita ANTARA memaparkan teknis, persyaratan, serta ketentuan yang harus dipenuhi peserta dalam mengikuti Kompetisi Jurnalistik Media MIND ID.

Tahun ini, kompetisi membuka sejumlah kategori karya jurnalistik, yakni news hardnews, feature, video berita, foto tunggal, foto cerita, dan infografik.

Melalui kompetisi ini, kisah tentang industri pertambangan diharapkan tidak berhenti pada angka produksi maupun aktivitas operasional semata.

Lebih dari itu, karya para jurnalis diharapkan mampu menghadirkan cerita yang lebih dekat dengan masyarakat—tentang bagaimana kekayaan yang berasal dari bumi Papua dan Indonesia diolah, memberikan nilai tambah, membuka peluang, mendorong pembangunan, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat ser (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035

Temu Kerukunan Pemimpin Agama 2026, Pemprov Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Perdamaian

3 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260903 WA0031
Trending di Headline