Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

Headline

Kapolres Mimika Bentuk Tim Terpadu, Putus Mata Rantai Balas Kekerasan

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Mimika Bentuk Tim Terpadu, Putus Mata Rantai Balas Kekerasan Perbesar

TIMIKA – Polres Mimika bersama pemerintah daerah, DPRK akan membentuk tim terpadu untuk mencegah kekerasan yang berujung pada pembunuhan kembali berulang di Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan tim tersebut tidak hanya bertugas menghentikan persoalan yang sedang terjadi, tetapi juga menjaga agar situasi tetap kondusif setelah konflik mereda.

“Yang terpenting setelah ini selesai, tidak boleh berhenti begitu saja. Ini harus terus dirawat dengan bagaimana membentuk paradigma baru, pemahaman, atau merubah mindset daripada masyarakat,” kata Kapolres Alredo Rumbiak usai pertemuan tertutup di Aula Serbaguna DPRK Mimika, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, selama pola pikir masyarakat masih menempatkan kekerasan sebagai sesuatu yang harus dibalas dengan kekerasan, persoalan serupa akan mudah kembali terjadi.

“Kalau selama mindset-nya berpikiran perang itu dibalasnya harus dibalas, itu enggak akan pernah bisa ubah,” ujarnya.

Ia mengatakan penghentian kekerasan saat ini belum cukup. Sebab, satu kejadian baru dapat kembali memicu pola pembalasan jika tidak ada upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat.

“Mungkin saat ini sekarang berhenti, tapi kita enggak tahu besok ada kejadian, terulang lagi begitu terus, bakal saling balas,” katanya.

Karena itu, tim terpadu yang disiapkan akan menjadi wadah bersama untuk menangani sekaligus merawat situasi keamanan.

Tim tersebut akan melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, DPRK Mimika, Komnas HAM, tokoh agama dan tokoh adat.

Kapolres Alredo Rumbiak menyebut pembentukan tim terpadu menjadi salah satu hal baru yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Kesepakatan bersama juga akan diperkuat melalui tanda tangan seluruh pihak yang hadir.

Ia berharap langkah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan keamanan yang sedang terjadi, tetapi menjadi awal perubahan dalam cara masyarakat menyelesaikan setiap persoalan tanpa kembali menggunakan kekerasan. (Cr1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline