Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Pembunuhan Kembali Terjadi di Timika, DPRK Mimika Undang Forkopimda Bahas Keamanan

Etty Welerbadge-check


					Pembunuhan Kembali Terjadi di Timika, DPRK Mimika Undang Forkopimda Bahas Keamanan Perbesar

TIMIKA — Kasus pembunuhan yang kembali terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika. Terbaru, dua pelajar menjadi korban dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada Minggu (30/8/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, DPRK Mimika berencana mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika untuk duduk bersama membahas persoalan keamanan yang dinilai terus berulang.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan pihaknya akan mengundang Bupati Mimika, TNI-Polri, serta seluruh unsur pimpinan daerah untuk membahas langkah konkret dalam menangani persoalan keamanan di wilayah Mimika.

“Kami rencana panggil Forkopimda atau semua, TNI-Polri serta Bupati untuk kita duduk besok di sini, karena situasi yang terjadi—pembunuhan ini berulang-ulang kali,” ujar Primus, Senin (31/8/2026).

Menurut Primus, DPRK Mimika telah menyiapkan undangan untuk menggelar pertemuan tersebut. Ia menilai kondisi keamanan yang terus diwarnai kasus pembunuhan sangat memprihatinkan sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

“Penyelesaian seperti apa? Miris juga terjadi seperti ini terus-menerus,” katanya.

Selain membahas langkah penyelesaian, Primus juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang keluar maupun masuk di wilayah Kwamki Narama.

Ia mengusulkan agar pemerintah bersama aparat keamanan membangun pos pengamanan di wilayah tersebut. Pos tersebut dinilai penting untuk memantau aktivitas masyarakat sekaligus mencegah adanya pihak yang membawa senjata tajam atau alat berbahaya.

“Di Kwamki Narama itu harus bikin pos. Siapa yang keluar-masuk di situ, yang keluar dengan parang atau dengan alat tajam, itu kita harus pastikan. TNI-Polri harus pastikan di sana,” tegasnya.

Primus menilai pengawasan di wilayah tersebut merupakan salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kembali aksi kekerasan.

Ia berharap pertemuan antara DPRK, Bupati Mimika, TNI-Polri, dan seluruh unsur Forkopimda dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga keamanan serta mencegah terulangnya kasus kekerasan di Kabupaten Mimika.

“Jadi, kita besok akan rapat dengan Pak Bupati dan semua unsur pimpinan yang ada di sini, di kabupaten ini,” ujarnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Provinsi Papua Tengah Pancangkan Fondasi Masa Depan Lewat Pembangunan Tiga Tower Perkantoran Terpadu

22 September 2026 - 00:22 WIB

IMG 20260922 WA0004(1)

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711
Trending di Headline