DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha peternakan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peternakan Babi bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari 67 kampung di Kabupaten Deiyai.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Tigi itu dibuka oleh Pelipus Goo yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai.
Bimtek tersebut diikuti oleh kepala kampung, ketua BUMDes, dan ketua bidang usaha peternakan babi dari seluruh kampung di Kabupaten Deiyai.
Dalam kegiatan itu, Dokter Hewan Daud Edowai hadir sebagai pemateri untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan peternakan babi yang baik dan berkelanjutan.

Materi yang disampaikan meliputi manajemen pakan, pemeliharaan kesehatan ternak, kebersihan kandang, hingga teknik pengelolaan usaha peternakan yang efektif.
Pelipus Goo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan.
Menurutnya, peternakan babi memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di tingkat kampung.
Ia menjelaskan bahwa program pelatihan dan pemberian bantuan peralatan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kapasitas BUMDes dalam mengembangkan usaha produktif.
Selain memberikan pelatihan, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat pengelolaan pakan ternak kepada para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peternakan di masing-masing kampung.
Pelipus Goo juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas peternakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Sementara itu, Dokter Hewan Daud Edowai berharap ilmu yang diberikan selama pelatihan dapat diterapkan oleh para pengurus BUMDes dalam mengelola peternakan di kampung masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap usaha peternakan babi dapat berkembang lebih baik, menciptakan kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 67 kampung. (SK)






