Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

Headline

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire

Etty Welerbadge-check


					Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire Perbesar

NABIRE – Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua terus mematangkan persiapan pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Perguruan tinggi yang disiapkan tersebut bernama Institut Kesehatan Anigou Nabire, dengan tiga program studi yang akan menjadi fokus utama, yakni Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hukum Bisnis, serta Administrasi Rumah Sakit.

IMG 20260807 WA0007

Sebagai bagian dari tahapan persiapan pendirian perguruan tinggi, tim internal Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua melaksanakan visitasi sekaligus pengambilan video dokumentasi sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 8–9 Agustus 2026. Dalam tahapan awal, tim melakukan visitasi dan pengambilan video terhadap fasilitas yang berkaitan dengan Program Studi Hukum Bisnis dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selanjutnya, satu program studi lainnya, yakni Administrasi Rumah Sakit, menjadi fokus kegiatan pada hari berikutnya.

IMG 20260807 WA0008

Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Yosafat Nawipa, mengatakan pihaknya merasa bangga dan antusias karena proses persiapan pendirian perguruan tinggi tersebut terus berjalan.

“Kami bangga dengan penyiapan-penyiapan ini. Kami antusias dengan kedatangan tim untuk mempersiapkan digitalisasi melalui video ini, sehingga harapan kami rekomendasi maupun izin dapat terlaksana pada tahun 2026,” ujar Yosafat.

Ia berharap seluruh proses persetujuan dan perizinan dapat diselesaikan sehingga Institut Kesehatan Anigou Nabire dapat mulai direalisasikan dan menerima mahasiswa pada 2027.

Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah, khususnya melalui bidang hukum bisnis, administrasi rumah sakit, serta keselamatan dan kesehatan kerja.

“Harapan kami tahun depan, 2027, sudah bisa menerima mahasiswa. Kami menempuh tiga program studi, yaitu hukum bisnis, administrasi rumah sakit dan keselamatan kesehatan kerja,” katanya.

Yosafat menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Menurut dia, pembangunan di Papua Tengah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai kebutuhan daerah.

“Kalau sumber daya manusia sudah siap, berarti apa pun yang kita lakukan akan bisa kita selesaikan untuk membangun daerah kita, khususnya Papua Tengah. Tanpa pendidikan, tidak akan selesai,” tuturnya.

Dalam proses pendirian Institut Kesehatan Anigou Nabire, yayasan juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta tenaga pengajar.

Yosafat menjelaskan bahwa dokumentasi berupa video yang dilakukan tim internal merupakan bagian dari proses pengajuan dan penilaian pendirian perguruan tinggi secara digital.

IMG 20260807 WA0012

Seluruh dokumentasi yang telah disiapkan nantinya akan diunggah melalui sistem akreditasi perguruan tinggi secara daring sebagai bagian dari tahapan penilaian terhadap kesiapan pendirian perguruan tinggi.

Ia menyebut proses pendirian perguruan tinggi saat ini mengikuti mekanisme dan perkembangan kebijakan pemerintah pusat.

“Kalau video ini selesai, berarti mungkin arahnya untuk izinnya. Sekarang sudah ada perubahan-perubahan, sehingga prosesnya dari pusat,” jelasnya.

Fokus Digitalisasi dan Laboratorium

Sementara itu, anggota tim visitasi dan pengambilan video internal Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Muhammad Jakati Musimiawan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengambilan dokumentasi, tetapi juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan mendukung operasional Institut Kesehatan Anigou Nabire.

IMG 20260807 WA0009

Menurutnya, salah satu fasilitas yang dipersiapkan adalah laboratorium yang akan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran pada program studi yang diajukan.

“Dalam rangka penyiapan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium yang akan diajukan untuk memperoleh izin Institut Anigou ini, kami sedang berikhtiar memaksimalkan persiapannya,” ujar Muhammad.

Ia menjelaskan, tim saat ini memeriksa dan mendokumentasikan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan tiga program studi yang direncanakan, yakni Hukum Bisnis, K3, dan Administrasi Rumah Sakit.

“Di sini kita mempersiapkan agar maksimal untuk memperoleh izin Institut Anigou,” katanya.

Selain sarana dan prasarana, proses persiapan juga diarahkan pada digitalisasi dokumen dan informasi yang menjadi bagian dari tahapan pengajuan pendirian perguruan tinggi.

IMG 20260807 WA0011

Muhammad mengatakan seluruh proses persiapan tersebut dilakukan dalam kegiatan selama dua hari, dengan fokus pada laboratorium, sarana-prasarana dan digitalisasi.

“Dua hari ini kita siapkan laboratorium, sarana-prasarana dan digitalisasinya,” ujarnya.

Target Beroperasi dan Terima Mahasiswa 2027

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua berharap seluruh tahapan persiapan, rekomendasi dan perizinan dari pemerintah pusat dapat berjalan sesuai ketentuan.

Apabila seluruh proses tersebut dapat diselesaikan, Institut Kesehatan Anigou Nabire ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada 2027 dan membuka penerimaan mahasiswa baru.

Kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia di Papua Tengah, khususnya dalam bidang kesehatan, keselamatan kerja, administrasi rumah sakit, serta hukum bisnis.

Yayasan menilai keberadaan institusi pendidikan tinggi di daerah merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan Papua Tengah.

Dengan tiga program studi yang disiapkan, Institut Kesehatan Anigou Nabire diharapkan nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas tenaga profesional yang dibutuhkan masyarakat dan pemerintah daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029
Trending di Headline