DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melakukan perubahan dalam mekanisme penyaluran bantuan ternak babi dengan mengantarkan langsung bantuan ke kandang milik kelompok penerima. Kebijakan ini diterapkan sebagai hasil evaluasi pemerintah setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait pola penyaluran sebelumnya.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Kamis (6/8/2026) dan dipimpin langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., didampingi Wakil Bupati Ayub Pigome, Kepala Dinas Pertanian Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu titik penyaluran berada di Kelompok Usaha Ternak Babi Totamana Enaimo Tadauto, Kampung Wagomani, Distrik Tigi Barat. Pada hari itu, pemerintah menyalurkan bantuan kepada empat kelompok penerima yang telah memenuhi persyaratan sesuai data yang telah diverifikasi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, menjelaskan bahwa perubahan sistem penyaluran merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, setelah penyaluran 450 ekor bibit babi pada 5 Agustus 2026 di Halaman Aula Tuyana, pemerintah menerima sejumlah masukan agar proses distribusi dibuat lebih efektif dan tidak menimbulkan kendala di lapangan. Atas dasar itu, bantuan kini diantar langsung ke kandang kelompok penerima sehingga proses penyerahan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan sesuai sasaran.
Bupati Deiyai Melkianus Mote menegaskan bahwa program bantuan ternak merupakan strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Ia menjelaskan bahwa ternak yang disalurkan dibeli langsung dari peternak lokal sehingga memberikan manfaat ganda, baik bagi penjual maupun penerima bantuan.
“Program ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah membeli ternak dari peternak lokal, kemudian menyalurkannya kepada kelompok penerima agar dipelihara dan dikembangkan. Dengan demikian, perputaran ekonomi tetap berada di Kabupaten Deiyai,” ujar Bupati.
Ia berharap kelompok penerima tidak menjadikan bantuan tersebut sebagai konsumsi sesaat, melainkan sebagai modal usaha yang dapat dikembangkan sehingga menghasilkan anak babi dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deiyai akan terus melakukan evaluasi terhadap setiap program pembangunan dengan mendengarkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, setiap masukan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan pemerintah semakin efektif, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui mekanisme penyaluran yang baru, Pemerintah Kabupaten Deiyai optimistis program bantuan ternak akan berjalan lebih baik, tepat sasaran, sekaligus mendukung pengembangan peternakan rakyat sebagai salah satu sektor unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deiyai. (SK)






