Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

KNPB Timika Soroti Situasi Kemanusiaan di Papua, Desak Pemerintah Tempuh Dialog

Etty Welerbadge-check


					KNPB Timika Soroti Situasi Kemanusiaan di Papua, Desak Pemerintah Tempuh Dialog Perbesar

TIMIKA — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika menggelar kegiatan mimbar bebas sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan mengenai situasi kemanusiaan yang terjadi di tanah Papua.

Ketua KNPB wilayah Mimika, Yanto Awerkion, mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh gereja, mahasiswa, hingga mama-mama Papua.

Menurut dia, forum itu bertujuan memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi yang mereka nilai tengah berlangsung di berbagai wilayah Papua.

“Kami memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Papua untuk menyampaikan isi hati mereka mengenai situasi kemanusiaan yang sedang terjadi di Tanah Papua,” ujar Yanto seusa kegiatan di dekat bundaran Petrosea, Senin (3/8/2026).

Dalam pernyataannya, Yanto meminta pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, jangan hanya mengirimkan pasukan terus untuk melawan TPNPB dan juga mengancam, mengintimidasi rakyat Papua di seluruh tanah Papua, di daerah-daerah pelosok maupun pegunungan.

Tetapi mencari solusi, mencari solusi bagaimana orang Papua itu hidup damai, orang Papua itu hidup aman, sejahtera di atas tanahnya sendiri

Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut situasi di Papua sebagai kondisi “darurat militer dan kemanusiaan”. Dan berdasarkan data yang disampaikan KNPB, jumlah warga sipil yang mengungsi di seluruh tanah Papua mencapai 125.931 jiwa. Selain itu, KNPB mengklaim sebanyak 503 warga sipil meninggal dunia sepanjang periode 2018 hingga 2026.

KNPB juga menyebut terdapat 300 anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) serta 162 personel TNI dan Polri yang menjadi korban dalam kurun waktu tersebut.

“Jangan ada korban jiwa lagi yang berjatuhan di atas tanah ini, orang Papua maupun orang non-Papua. Kami harap supaya Indonesia melalui Presiden harus menanggapi serius hal ini, soal kemanusiaan. KNPB hari ini melakukan kegiatan, kami bicara soal kemanusiaan, situasi Papua hari ini tentang kekuatan militer yang berlebihan, situasi kemanusiaan yang hari ini sedang terjadi,” ujar Yanto.

Menutup penyampaiannya, Yanto menegaskan bahwa KNPB Wilayah Timika menyatakan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam perjuangan yang mereka lakukan.

“Kami tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam perjuangan damai kami,” kata Yanto. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival UMKM Mimika Digelar, Omzet Pelaku Usaha Ditarget Naik hingga Rp4 Juta

9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260809 WA0117(1)

Tim Babat Polres Mimika Ungkap Dua Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Diamankan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

IMG 20260809 WA0172

Anak 14 Tahun Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Pencurian Motor di Timika

9 Agustus 2026 - 14:20 WIB

IMG 20260809 WA0165

Pelajar Deiyai Unjuk Bakat dalam Lomba Pidato HUT ke-81 RI, Berikut Daftar Juara

9 Agustus 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260809 WA0148

Tanggapi Keluhan Pelajar dan Mahasiswa, Bupati Intan Jaya Pastikan Beasiswa ADIK-ADEM Diproses Pekan Depan

9 Agustus 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260809 WA0134
Trending di Headline