TIMIKA – Sebanyak 46 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Mimika menerima bantuan graduasi mandiri sebesar Rp5 juta dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial. Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Jumat (24/7/2026). Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Petrus Pali Amba.
Dalam sambutannya ia mengatakan graduasi mandiri menjadi bukti keberhasilan program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, bantuan sosial bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan agar masyarakat memiliki kesempatan bangkit, berkembang, dan pada akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Graduasi Mandiri PKH Tahun 2026. Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus bekerja keras, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, dan membangun masa depan keluarga yang lebih baik,” kata
Pada kegiatan tersebut, Pemkab Mimika juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada para KPM sebagai upaya memperkuat usaha produktif masyarakat.
Petrus berharap bantuan modal usaha itu dimanfaatkan secara bijaksana dan dikelola dengan penuh tanggung jawab agar mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Kepala Dinas Sosial, Hasan Kemong, mengatakan program graduasi mandiri ini bisa mengurangi angka kemiskinan. Di mana orang yang sudah mampu tidak lagi mendapatkan bantuan, sehingga bantuan akan menyasar yang tidak mampu.
“Ini bisa mengurangi angka kemiskinan. Yang benar-benar mampu jangan lagi menerima bantuan karena masih banyak masyarakat yang tidak mampu,” kata Hasan Kemong.
Ia menegaskan bantuan dari Dinas Sosial saja tidak cukup. Hasan berhatap Instansi dan OPD lainnya turut terlibat dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Semua lintas sektor harus bekerja sama dalam memberdayakan masyarakat.
“Kita harus bekerja sama membantu mereka agar usaha yang mereka jalankan bisa berkembang. Kalau hanya Dinas Sosial yang membantu, tentu belum cukup untuk memenuhi semua harapan mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Mimika, Daniel, mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan penerima bantuan sosial PKH dan sembako yang berasal dari kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE).
“Pada pagi ini sebanyak 46 KPM menyatakan siap digraduasi atau bersedia keluar dari kepesertaan bantuan sosial PKH maupun sembako,” kata Daniel
Ia mengapresiasi Dinas Sosial Mimika yang telah merancang berbagai program pemberdayaan bagi para penerima manfaat hingga mampu mencapai kemandirian ekonomi. (Cr2)







