NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting dengan mengintegrasikan Program Bangkit Papua Tengah bersama gerakan “Ko Harus Sehat”. Langkah ini menjadi strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga serta menciptakan generasi Papua Tengah yang sehat dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan dukungan data yang akurat sehingga setiap bentuk intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Menurutnya, berdasarkan pembaruan data, prevalensi stunting di Papua Tengah telah mengalami penurunan dibandingkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen mempercepat penurunannya melalui berbagai program kesehatan yang terintegrasi.
Program Ko Harus Sehat sendiri dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama menitikberatkan pada perubahan perilaku hidup sehat melalui imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemanfaatan Buku KIA, serta deteksi dini berbagai penyakit.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh puskesmas dan Posyandu agar bantuan Program Bangkit Papua Tengah benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama balita yang menjadi sasaran program.
“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan asupan gizi keluarga, seperti membeli telur, susu, dan makanan bergizi lainnya sehingga berdampak langsung terhadap penurunan stunting,” ujar Agus. Selasa, (21/07/2026)
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menerapkan pendekatan lintas sektor dalam penanganan stunting, mulai dari penyediaan rumah layak huni, sanitasi sehat, bantuan bibit ikan, ternak, hingga tanaman pangan guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pilar kedua Program Ko Harus Sehat memastikan setiap keluarga sasaran memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga dapat memperoleh akses perlindungan melalui BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Adapun pilar ketiga diarahkan untuk membantu pembiayaan pelayanan kesehatan yang belum tercakup dalam BPJS, termasuk bantuan rujukan pasien, pemberian makanan tambahan, hingga dukungan bagi pelayanan persalinan.
Melalui sinergi Program Bangkit Papua Tengah dan Ko Harus Sehat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap angka stunting terus menurun, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, serta terwujud generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan







