Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Dinkes Mimika Sebut Peran Masyarakat Kunci Pencegahan Filariasis 

Etty Welerbadge-check


					Dinkes Mimika Sebut Peran Masyarakat Kunci Pencegahan Filariasis  Perbesar

TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Tatalaksana Kasus Kronis Filariasis Tahun 2026 kepada para tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, rumah sakit, serta petugas promosi kesehatan.

Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (1/7/2026) yang diikuti oleh perwakilan dari 26 puskesmas se-Kabupaten Mimika serta tiga rumah sakit.

Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Sisma HL, menyampaikan Workshop ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan secara daring. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan kasus filariasis.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan di setiap wilayah kerja puskesmas

Saat ini, Sisma mengungkapkan Dinas Kesehatan mencatat dua kasus kronis filariasis yang sedang dalam proses pengobatan. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan surveilans secara berkelanjutan.

“Jangan melihat angka dua itu sedikit. Kalau kita bisa mencegah, kenapa tidak? Harapan kami, masyarakat bisa lebih memahami pentingnya pola hidup bersih dan koordinasi yang baik dengan petugas kesehatan,” kata Sisma saat diwawancarai.

Sisma menegaskan, kasus filariasis tidak bisa dilihat hanya dari angka dua kasus kronis yang tercatat saat ini. Menurutnya, banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan filariasis, salah satunya adalah peran aktif masyarakat.

“Banyak hal yang harus kita lihat, termasuk peran serta masyarakat. Penguatan dari sisi promosi kesehatan sangat penting agar masyarakat bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, karena itu pengaruhnya sangat kuat terhadap pencegahan filariasis,” ucapnya.

Ia menyebut, salah satu tantangan di lapangan adalah pengambilan sampel darah yang dilakukan pada malam hari. Masyarakat kerap merasa terganggu sehingga enggan diperiksa. Untuk mengatasi hal tersebut, petugas biasanya menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test) yang bisa dilakukan pada siang hari.

“Kami berharap koordinasi dan peran serta masyarakat bisa ditingkatkan. Jika ditemukan kasus positif, akan dilakukan penyisiran di area sekitar. Masyarakat harus memahami dan menerima proses ini,” terangnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136

Sentuhan Adat dan Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak

14 Juli 2026 - 06:56 WIB

IMG 20260714 WA0117

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126
Trending di Headline