Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Ciptakan Situasi Aman Jelang Perdamaian, 400 Personel Gabungan Dikerahkan Kwamki Narama

Etty Welerbadge-check


					Ciptakan Situasi Aman Jelang Perdamaian, 400 Personel Gabungan Dikerahkan Kwamki Narama Perbesar

TIMIKA – Sekitar 400 personel gabungan dikerahkan dalam apel cipta kondisi yang digelar di Polsek Kwamki Narama sebagai langkah pengamanan menjelang rencana proses perdamaian antara dua kubu yang bertikai di wilayah tersebut.

IMG 20260622 WA0063

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, apel gabungan tersebut melibatkan personel Polres Mimika dan Brimob guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif menjelang agenda perdamaian yang direncanakan berlangsung pada Rabu (24/6/2026) mendatang.

“Kami melaksanakan apel gabungan ini dalam rangka cipta kondisi dan persiapan perdamaian yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu. Sebanyak kurang lebih 400 personel gabungan kami siapkan untuk mendukung pengamanan,” kata Kapolres Mimika, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, personel yang diterjunkan dibagi menjadi dua kelompok yang akan melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membawa alat perang atau melakukan tindakan yang dapat memicu konflik baru.

“Kami membagi personel menjadi dua kubu, atas dan bawah. Kegiatan yang dilakukan berupa patroli dan penyampaian imbauan kepada masyarakat. Intinya, jangan ada yang membawa alat perang. Pendekatan yang kami lakukan saat ini lebih bersifat persuasif,” ujar AKBP Billy.

Kapolres AKBP Billy menegaskan, aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan. Namun apabila eskalasi konflik meningkat, pihaknya akan menyesuaikan langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

IMG 20260622 WA0053

“Jika situasi berkembang dan eskalasi meningkat, tentu kami akan bertindak sesuai prosedur tetap. Namun saat ini kami mengutamakan langkah-langkah persuasif dan humanis,” katanya.

Ia juga meminta para pemimpin kelompok atau kepala perang dari masing-masing kubu untuk mampu mengendalikan anggotanya selama proses menuju perdamaian berlangsung.

“Kami menghimbau para kepala perang agar dapat mengendalikan pasukannya. Jangan sampai menjelang proses perdamaian justru terjadi aksi saling serang. Pemerintah dan aparat keamanan siap mengamankan sekaligus memfasilitasi proses mediasi,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres berharap konflik yang telah berlangsung cukup lama itu dapat segera diselesaikan melalui jalur damai. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penegakan hukum akan menjadi pilihan terakhir apabila upaya persuasif tidak membuahkan hasil.

“Harapan kami konflik ini segera berakhir. Jika langkah persuasif dan humanis tidak berhasil, maka penegakan hukum akan dilakukan. Itu merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya lainnya ditempuh,” tegasnya.

Terkait perkembangan proses perdamaian, Kapolres mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat perbedaan pandangan di salah satu kubu, khususnya setelah adanya korban terakhir dalam konflik tersebut.

IMG 20260622 WA0067

“Dari dua belah pihak masih ada pro dan kontra. Kubu atas pada prinsipnya sudah siap berdamai kapan saja. Sementara di kubu bawah masih terdapat perbedaan pendapat. Karena itu hari ini kami akan melakukan mediasi dan mempertemukan kedua pihak untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Mengenai jadwal perdamaian, Kapolres mengatakan pihak pemerintah dan aparat keamanan menginginkan proses tersebut dapat segera terlaksana setelah sebelumnya sempat tertunda.

“Perdamaian yang sebelumnya direncanakan pekan lalu belum terlaksana. Saat ini kami berupaya mempercepat prosesnya dan sesuai kesepakatan sementara direncanakan berlangsung pada hari Rabu. Semoga tidak ada hambatan,” katanya.

Kapolres menambahkan, unsur pemerintah dipastikan akan hadir dalam proses perdamaian tersebut. Namun terkait pejabat yang akan hadir, pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

“Yang jelas unsur pemerintah akan hadir. Untuk siapa saja yang hadir nanti akan kami konfirmasi kembali,” pungkas AKBP Billy. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136

Sentuhan Adat dan Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak

14 Juli 2026 - 06:56 WIB

IMG 20260714 WA0117

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126
Trending di Headline