NABIRE – Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP., S.AP., M.Si., memberikan apresiasi kepada Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H., atas berbagai terobosan yang dilakukan dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Papua Tengah.
Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Fernandes usai memberikan kuliah umum bertajuk “Manajemen dan Kepemimpinan Pemerintahan” yang dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan staf Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USWIM Nabire, Kamis (11/6/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Prof. Fernandes menilai kepemimpinan Petrus Tekege telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas akademik USWIM, termasuk upaya membuka Program Magister Ilmu Pemerintahan (MIP).
“Puji Tuhan, Pak Rektor sebagai rektor baru sudah melakukan banyak langkah strategis. Beliau sudah melirik pengembangan Fakultas Hukum dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan IPDN. Kami sudah melakukan MoU dan siap membantu pengembangan kampus ini,” ujarnya.
Menurut Prof. Fernandes, kehadiran Program Magister Ilmu Pemerintahan di USWIM akan menjadi peluang besar bagi putra-putri Papua untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah.

Ia optimistis program tersebut dapat berkembang menjadi program studi unggulan apabila proses akreditasi berjalan dengan baik.
“Kalau akreditasinya bagus, program ini bisa menjadi unggul. Bahkan ke depan, setelah berkembang dengan baik, kita bisa mendorong pembukaan Program Doktor Ilmu Pemerintahan di Papua,” katanya.
Fernandes menegaskan bahwa penguatan perguruan tinggi di Papua merupakan langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu mengelola pembangunan daerah secara mandiri.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan USWIM sebagai salah satu perguruan tinggi yang berperan penting dalam mencetak generasi pemimpin Papua masa depan.
“Papuanya harus maju. Jangan terlalu sering sekolah di Jawa. Lebih baik kita membangun kampus-kampus di Papua agar semakin kuat dan mampu menghasilkan dosen, doktor, bahkan profesor dari tanah Papua sendiri,” tegasnya.
Kuliah umum yang berlangsung di Kampus USWIM Nabire tersebut turut didampingi oleh Rektor USWIM Petrus Tekege, S.H., M.H., serta Dr. Christina Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang mengikuti pemaparan mengenai perkembangan manajemen pemerintahan, kepemimpinan modern, serta tantangan pembangunan daerah di era digital.
Apresiasi yang disampaikan Guru Besar IPDN tersebut menjadi pengakuan atas langkah-langkah yang tengah dilakukan USWIM dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan memperluas akses pendidikan lanjutan bagi masyarakat Papua Tengah. (MB)






