TIMIKA — Bupati Mimika, Johannes Rettob, meninjau langsung proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Rabu (26/5/2026).

Dalam kunjungannya, Johannes mengapresiasi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dinilai telah memperhatikan kesejahteraan hewan serta aspek kebersihan dan sanitasi.
“Penyembelihan dilakukan secara steril dan tidak menimbulkan rasa sakit yang lama pada hewan. Sanitasi juga dijaga dengan baik,” ujarnya.
Johannes menjelaskan, sebanyak 16 ekor sapi dan 12 ekor kambing yang dikurbankan tahun ini merupakan hasil pengumpulan umat selama satu tahun, mulai dari tingkat kelurahan hingga distrik. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika turut memberikan bantuan satu ekor sapi.
“Saya berharap hewan kurban pada Hari Iduladha dapat diberikan secara maksimal kepada masyarakat atau umat yang merayakan. Sebanyak 16 ekor sapi berasal dari umat dan satu ekor dari pemerintah daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muhammad Norris, mengatakan total hewan kurban di Masjid Miftahul Huda tahun ini mencapai 17 ekor sapi dan 12 ekor kambing, termasuk satu ekor sapi bantuan dari Pemkab Mimika.
Menurutnya, jumlah hewan kurban tahun ini memang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk berkurban.
“Tema tahun ini adalah ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’. Ada dimensi sosial dan spiritual yang harus dijalankan bersama,” ujarnya.
Ia berharap semangat berbagi di kalangan umat Muslim di Mimika semakin meningkat sehingga distribusi daging kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dalam pemantauan tersebut turut hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, Emma Kornelia Korwa. Ia memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih di Masjid Miftahul Huda dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Menurut Emma, hasil pemeriksaan di seluruh titik penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Mimika juga menunjukkan kondisi serupa. Meski ditemukan beberapa kasus cacing hati pada hewan, hal tersebut telah ditangani dengan cepat.
“Saat pemeriksaan memang ditemukan cacing di hati, tetapi langsung dipisahkan dan dibersihkan. Petugas yang disebar ke masjid-masjid juga telah memastikan ternak sehat dan layak dikonsumsi,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan hewan kurban tahun ini terdiri atas 55 ekor sapi dan delapan ekor kambing dari pemerintah daerah, 15 ekor sapi dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta dua ekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia. (Cr2)








