DEIYAI — Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote meresmikan Aula Tuyana yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Tigidoo, Waghete, Kabupaten Deiyai, Selasa (26/5/2026). Gedung megah tersebut kini resmi menjadi salah satu ikon baru daerah setelah melalui proses pembangunan yang panjang selama belasan tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Aula Tuyana yang pertama kali diletakkan pembangunannya oleh Bupati Caretaker pertama Deiyai, almarhum Blasius Pakage.
“Puji syukur kepada Tuhan karena hari ini kita dapat meresmikan Aula Tuyana. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada almarhum Blasius Pakage dan keluarga besar Mote yang telah memberikan tanah untuk kawasan perkantoran ini,” ujar Bupati Mote.
Ia menjelaskan, nama “Tuyana” diabadikan sebagai nama gedung karena merupakan nama moyang dari Umai Mote, pemilik hak ulayat kawasan Tigidoo, Waghete.
“Tuyana adalah nama moyang dari Umai Mote yang merupakan pemilik tanah di sepanjang kawasan perkantoran Tigidoo. Ini penting diketahui oleh seluruh masyarakat Deiyai,” jelasnya.
Bupati Mote juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Deiyai, di antaranya almarhum Dance Takimai, Frans Mote, Ateng Edowai, dan Elimelek Edowai.
“Semua pemimpin memiliki kontribusi dalam membangun Deiyai, termasuk Aula Tuyana ini. Dan pada masa kepemimpinan kami, pembangunan ini dapat diselesaikan dan diresmikan,” katanya.
Usai peresmian, Bupati Mote bersama para kepala OPD, KNPI Deiyai, ASN, dan masyarakat setempat turut meninjau Aula Tuyana. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Untuk menjaga keamanan dan kebersihan gedung, Pemerintah Kabupaten Deiyai telah menugaskan 20 petugas kebersihan dan 15 anggota Satpol PP. Pengelolaan Aula Tuyana selanjutnya akan berada di bawah bidang aset daerah.
“Mari kita jaga bersama fasilitas ini. Jangan sampai apa yang dibangun pemerintah dirusak oleh masyarakat sendiri. Aula Tuyana harus menjadi kebanggaan masyarakat Deiyai,” tegasnya.
Selain Aula Tuyana, Pemerintah Kabupaten Deiyai juga berencana membangun sejumlah fasilitas lain seperti galeri budaya, Pasar Mama-Mama Papua, dan Asrama Baida Troutman di Gakokebo sebagai bagian dari pengembangan ikon daerah di masa mendatang. (SK)







