Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Fokus Bangun Pendidikan dan SDM Papua

Etty Welerbadge-check


					Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Fokus Bangun Pendidikan dan SDM Papua Perbesar

NABIRE – Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Yosafat Nawipa, menegaskan komitmen yayasan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Papua melalui sektor pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, SMK hingga rencana pengembangan perguruan tinggi dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Yosafat Nawipa mengatakan, di bawah naungan Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua saat ini telah berjalan beberapa lembaga pendidikan, yakni SD Anigou, SMP Anigou, dan SMK Kesehatan Anigou yang berlokasi di kalibobo Nabire Papua Tengah.

IMG 20260520 WA0063

Menurutnya, SMP Anigou telah meluluskan angkatan pertama pada tahun lalu dan tahun ini memasuki angkatan kedua, sementara SD Anigo kini telah memasuki kelas lima.

Sementara itu, SMK Kesehatan Anigo disebut telah menghasilkan ribuan lulusan sejak berdiri pada 2013 hingga 2026.

“SMK ini sejak tahun 2013 sampai 2026 sudah menghasilkan banyak lulusan yang sekarang bekerja di rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di daerah-daerah terpencil 3T,” kata Nawipa kepada awak media di ruangkerjanya Rabu, (20/5/2026).

Ia menjelaskan, lulusan sekolah tersebut dipersiapkan untuk melayani masyarakat di wilayah pegunungan, lembah, sungai dan daerah sulit dijangkau lainnya di Papua.

IMG 20260520 WA0060

Saat ini, SMK Kesehatan Anigou memiliki beberapa jurusan, di antaranya Keperawatan Sosial, Keperawatan Medis, Farmasi dan Kebidanan.

“Tahun 2027 nanti kemungkinan sudah ada empat jurusan yang meluluskan siswa. Kami berharap ke depan juga bisa membuka perguruan tinggi,” ujarnya.

Nawipa menilai pembangunan Papua harus dimulai dari pendidikan karena pendidikan menjadi dasar peningkatan kualitas SDM.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Semua sektor, baik kesehatan, ekonomi, pertanian maupun pemerintahan tidak akan berjalan tanpa pendidikan,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, terutama ruang kelas belajar (RKB), ruang guru, dan ruang kepala sekolah untuk jenjang SMP.

IMG 20260520 WA0048

Karena itu, pihak yayasan berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun pemerintah kabupaten untuk membantu pengembangan fasilitas pendidikan.

“Anak-anak yang sekolah di sini rata-rata anak Papua dari daerah 3T seperti Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Paniai, Dogiyai hingga Mamberamo,” katanya.

Yosafat Nawipa juga menyampaikan bahwa penerimaan peserta didik baru untuk SMP dan SMK Kesehatan Anigou telah dibuka.

Untuk SMK Kesehatan, pendaftaran sudah berlangsung sekitar dua minggu dan saat ini telah terdapat sekitar 15 siswa yang mendaftar.

Ia mengatakan, penutupan pendaftaran akan mengikuti kalender pendidikan nasional dan diperkirakan berlangsung pada awal Juli 2026 sebelum memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Rintis SLB di Deiyai dan Paniai

Selain pendidikan umum dan kesehatan, Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua juga mulai merintis Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Paniai.

Yosafat Nawipa mengatakan, yayasan telah membuka penerimaan siswa baru untuk SLB Anigo Deiyai dan SLB Anigou Paniai sejak tahun 2026.

Untuk sementara, lokasi SLB Paniai dibuka di wilayah Wabutu, Distrik Paniai Timur, sedangkan SLB Deiyai berada di Waghete, tepat di depan Polsek setempat.

Menurutnya, yayasan telah menyiapkan tenaga guru, meja, kursi, serta perlengkapan pendukung lainnya sambil menunggu izin operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah.

“Kami sudah ajukan izin operasional ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dan sementara masih dalam proses evaluasi,” ujarnya.

SLB tersebut nantinya akan melayani anak-anak penyandang disabilitas, termasuk hambatan pendengaran, hambatan intelektual, autisme, serta hambatan fisik lainnya.

Nawipa menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

“Mereka juga ciptaan Tuhan. Kita tidak bisa melihat sebelah mata dan membiarkan mereka tanpa pendidikan,” katanya.

Ia berharap pada 2027 hingga 2028 seluruh proses perizinan dapat selesai sehingga SLB yang dirintis yayasan dapat berjalan secara penuh dan memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah

20 Mei 2026 - 14:56 WIB

IMG 20260520 WA0037

Penutupan pelatihan dasar Satpol PP,  Pemkab Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

20 Mei 2026 - 14:38 WIB

IMG 20260520 WA0066

Uskup Keuskupan Timika Mengajak Warga Maybrat Waspadai Penipuan Digital dan Jaga Tanah Adat

20 Mei 2026 - 14:33 WIB

IMG 20260520 WA0072

Mimika Gelar FLS3N dan O2SN SMP, Wabup Dorong Penguatan Karakter dan Prestasi Siswa

20 Mei 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260520 WA0089

Bupati Mimika Dorong Penguatan Organisasi Olahraga hingga Tingkat Kampung

20 Mei 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260520 WA0043
Trending di Headline