Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) menjadi faktor utama dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Papua Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Febry Syahida, dalam kegiatan koordinasi penyiapan data SDMK dan data rencana kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Nabire, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Febry Syahida mengatakan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses perencanaan yang sistematis dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Pengelolaan SDM kesehatan dimulai dari perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, peningkatan mutu hingga kesejahteraan SDM kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penyusunan kebutuhan harus menggunakan pendekatan wilayah dan institusi pelayanan kesehatan.

Ia mencontohkan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua Tengah memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya.

“Tanpa perencanaan yang tepat, pengadaan hanya akan menjadi kegiatan seremonial,” katanya.

Kementerian Kesehatan juga menilai data kebutuhan tenaga kesehatan yang akurat sangat penting untuk mendukung berbagai program afirmasi pemerintah, termasuk program beasiswa dan penempatan tenaga kesehatan di daerah.

Selain itu, perencanaan SDMK yang baik dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan efektivitas program kesehatan nasional, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata,” ujar Febry Syahida.

Melalui forum koordinasi tersebut, Kementerian Kesehatan berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam menyusun kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Layanan Kesehatan, Dinas Sosial Mimika Salurkan Layanan Kesehatan Dasar di Kwamki

11 Juni 2026 - 10:39 WIB

IMG 20260611 WA0117

Kesbangpol Mimika Gelar Bimtek SIKEPO Dorong Akuntabilitas Dana Parpol

11 Juni 2026 - 10:30 WIB

IMG 20260611 WA0108

Cekcok di Jalan Perintis Mimika Berujung Pembacokan, Polisi Buru Pelaku

11 Juni 2026 - 10:24 WIB

IMG 20260611 WA0116

Asisten III Setda Deiyai Tutup Penyuluhan Kebijakan Pajak Daerah, Dorong Peningkatan PAD

11 Juni 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260611 WA0102

Semarakkan HUT RI ke-81, Dukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal dan Isbat 

11 Juni 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260611 WA0095
Trending di Headline