Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) menjadi faktor utama dalam mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Papua Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Febry Syahida, dalam kegiatan koordinasi penyiapan data SDMK dan data rencana kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Nabire, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Febry Syahida mengatakan pengelolaan sumber daya manusia kesehatan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses perencanaan yang sistematis dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Pengelolaan SDM kesehatan dimulai dari perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, peningkatan mutu hingga kesejahteraan SDM kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penyusunan kebutuhan harus menggunakan pendekatan wilayah dan institusi pelayanan kesehatan.

Ia mencontohkan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua Tengah memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pemenuhan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya.

“Tanpa perencanaan yang tepat, pengadaan hanya akan menjadi kegiatan seremonial,” katanya.

Kementerian Kesehatan juga menilai data kebutuhan tenaga kesehatan yang akurat sangat penting untuk mendukung berbagai program afirmasi pemerintah, termasuk program beasiswa dan penempatan tenaga kesehatan di daerah.

Selain itu, perencanaan SDMK yang baik dinilai mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan efektivitas program kesehatan nasional, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah saat ini.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata,” ujar Febry Syahida.

Melalui forum koordinasi tersebut, Kementerian Kesehatan berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam menyusun kebutuhan tenaga kesehatan di Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline