Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Uskup Keuskupan Timika Mengajak Warga Maybrat Waspadai Penipuan Digital dan Jaga Tanah Adat

Etty Welerbadge-check


					Uskup Keuskupan Timika Mengajak Warga Maybrat Waspadai Penipuan Digital dan Jaga Tanah Adat Perbesar

FAKFAK — Bernardus Bofitwos Baru mengajak masyarakat Maybrat untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital serta tetap menjaga persatuan dan tanah adat di tengah perkembangan zaman. Pesan itu disampaikan saat memimpin misa bersama keluarga besar Maybrat di Aula Lingkungan Sina, Kompleks Kampung Pasir, Fakfak, Rabu (20/5/2026).

Dalam khotbahnya, Bernardus mengatakan tantangan kehidupan saat ini tidak hanya datang dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui media sosial dan dunia digital.

“Sekarang orang bisa saling membunuh karakter lewat HP dan media sosial. Orang saling menyerang, iri, dan menjatuhkan satu sama lain melalui dunia maya,” kata Bernardus.

Menurut dia, berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan melalui telepon genggam dan media sosial, perlu diwaspadai masyarakat.

IMG 20260520 WA0073

Ia mencontohkan modus penipuan yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat hingga praktik manipulasi identitas di media sosial yang kerap memakan korban.

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah percaya terhadap informasi maupun tawaran yang beredar di dunia maya.

Selain menyoroti persoalan digital, Bernardus juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan masyarakat adat Maybrat meski berada di wilayah administrasi yang berbeda.

“Kita harus kembali kepada nilai-nilai adat, tanah pusaka, tempat-tempat sakral, dan warisan leluhur yang menjadi pengikat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat adat perlu memahami sejarah marga, hak ulayat, serta wilayah adat masing-masing agar tidak mudah kehilangan tanah warisan akibat kepentingan ekonomi sesaat.

IMG 20260520 WA0071

Menurut Bernardus, perlindungan terhadap tanah adat harus diperkuat melalui aturan hukum dan lembaga resmi masyarakat adat agar keberadaan hutan, gunung, sungai, dan tempat sakral tetap terjaga.

“Jangan sampai karena uang sesaat, tanah warisan dijual begitu saja dan generasi mendatang kehilangan identitas mereka,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bernardus juga mengajak warga Maybrat di Fakfak untuk tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman serta memperkuat persaudaraan antarkeluarga.

IMG 20260520 WA0074

Ia berharap masyarakat adat tetap bersatu menjaga tanah leluhur dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan tertentu.

“Kita percaya Yesus sudah mendoakan kita supaya tetap bersatu. Kita adalah milik Tuhan, bukan milik dunia,” ujar Bernardus. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenkes RI Tegaskan Perencanaan SDMK Jadi Kunci Pemerataan Layanan Kesehatan di Papua Tengah

20 Mei 2026 - 14:56 WIB

IMG 20260520 WA0037

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Fokus Bangun Pendidikan dan SDM Papua

20 Mei 2026 - 14:48 WIB

IMG 20260520 WA0051

Penutupan pelatihan dasar Satpol PP,  Pemkab Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

20 Mei 2026 - 14:38 WIB

IMG 20260520 WA0066

Mimika Gelar FLS3N dan O2SN SMP, Wabup Dorong Penguatan Karakter dan Prestasi Siswa

20 Mei 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260520 WA0089

Bupati Mimika Dorong Penguatan Organisasi Olahraga hingga Tingkat Kampung

20 Mei 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260520 WA0043
Trending di Headline