NABIRE — Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Kabupaten Nabire menyatakan kesiapan mengikuti ajang Pesparawi Nasional ke-XIV yang akan berlangsung di Manokwari pada Juni 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Harian/Ketua I LPPD Kabupaten Nabire, Yasor Viktor Sawo usai mengikuti rapat koordinasi bersama Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah Provinsi Papua Tengah pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Yasor, rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan peserta dan seluruh kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan Pesparawi tingkat nasional.
“Pada hari ini LPPD Provinsi Papua Tengah melakukan rapat koordinasi bersama pengurus LPPD Kabupaten Nabire dalam rangka mengecek kesiapan pelaksanaan Lomba Pesparawi tingkat nasional ke-14 di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal berkaitan dengan kesiapan kontingen dari Kabupaten Nabire, khususnya lima kategori lomba yang akan diikuti.
Kelima kategori tersebut yakni solo anak, paduan suara pemuda remaja, paduan suara wanita, paduan suara pria, dan vokal grup.
Menurutnya, seluruh peserta saat ini terus menjalani latihan secara intensif dan dijadwalkan akan mengikuti latihan bersama pianis menjelang keberangkatan pada 16 Juni 2026.
“Persiapan-persiapan sudah dilaksanakan dan nanti sebelum keberangkatan kami akan berlatih bersama pianis,” katanya.
Selain membahas kesiapan peserta, rapat koordinasi juga membicarakan pembagian kewenangan antara LPPD Provinsi Papua Tengah dan LPPD kabupaten, khususnya terkait teknis keberangkatan kontingen menuju Manokwari.
Yasor mengatakan, keberangkatan kontingen Papua Tengah akan dibagi dalam dua sesi atau dua kloter.
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 18 Juni 2026 dan kembali ke Nabire pada 23 Juni 2026. Sementara kloter kedua akan berangkat pada 23 Juni dan kembali pada 29 Juni 2026 sekaligus mengikuti rangkaian penutupan kegiatan Pesparawi nasional.
“Kita berharap karena ini pertama kali Provinsi Papua Tengah mengikuti event nasional, walaupun ini pesta gereja tetapi sifatnya lomba, maka kita berharap bisa pulang membawa kemenangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum LPPD Kabupaten Nabire, Pieter Erari mengatakan bahwa Pesparawi nasional bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga memiliki makna historis dan spiritual bagi masyarakat Papua.
Menurutnya, pelaksanaan Pesparawi di Manokwari akan mengingatkan kembali sejarah masuknya Injil di tanah Papua melalui para misionaris di Pulau Mansinam.
“Kegiatan Pesparawi ini akan mengembalikan memori bagaimana para misionaris masuk di Pulau Mansinam, Manokwari, dan membumikan Injil di tanah Papua hingga berkembang sampai saat ini,” katanya.
Ia menilai momentum Pesparawi nasional di Papua Barat menjadi simbol penting perjalanan pekabaran Injil di Tanah Papua sekaligus mempererat persaudaraan umat Kristiani dari seluruh Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
“Ini momen penting bagi perjalanan pekabaran Injil di tanah Papua,” tutupnya. (MB)








