Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua Perbesar

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel saat menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan Kejaksaan Tinggi Papua serta Perjanjian Kerja Sama antara Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Tengah dan Kejaksaan Tinggi Papua di Nabire, Senin (18/5/2026)

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian, jajaran Kejaksaan Negeri Nabire, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Papua atas dukungan dan komitmen yang diberikan dalam mendukung pembangunan di Papua Tengah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Papua beserta seluruh jajaran atas dukungan, perhatian, dan komitmen yang terus diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah,” ujar Meki Nawipa.

Ia juga memberikan penghargaan kepada KPU Provinsi Papua Tengah yang dinilai terus menjaga kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di daerah.

IMG 20260518 WA0101(1)

Menurut Gubernur, Papua Tengah sebagai provinsi baru masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kondisi geografis yang sulit hingga kebutuhan peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, konektivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan Papua Tengah memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta semangat masyarakat untuk maju dan berkembang.

Dalam kesempatan itu, Meki Nawipa memaparkan visi pembangunan Papua Tengah dalam RPJMD 2025–2029 yakni “Mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan.”

Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah daerah tengah menjalankan berbagai program prioritas seperti pendidikan gratis, pembangunan sekolah berpola asrama, pembangunan rumah sakit provinsi, penguatan koperasi dan UMKM, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan pertanian dan perikanan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Gubernur menilai pendampingan hukum dari Kejaksaan Tinggi Papua sangat penting agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Pendampingan hukum dari Kejaksaan Tinggi Papua menjadi sangat penting agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antar lembaga, khususnya dalam pengawalan, pendampingan hukum, mitigasi risiko hukum, serta pengamanan pelaksanaan proyek-proyek strategis daerah.

Selain itu, kerja sama antara KPU Provinsi Papua Tengah dan Kejaksaan Tinggi Papua juga dinilai penting untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk dukungan hukum yang kuat agar setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Meki Nawipa berharap nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tersebut tidak berhenti pada dokumen administratif semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kerja nyata, koordinasi aktif, dan komunikasi yang baik antar lembaga.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pembangunan di Papua Tengah berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPA Paniai Edukasi Siswa SMP Negeri Wegee Bino tentang Pencegahan HIV-AIDS

2 November 2026 - 07:56 WIB

IMG 20261102 WA0023

KPA Paniai Edukasi Jemaat Yerusalem Yimouto tentang Pencegahan HIV-AIDS

2 November 2026 - 07:52 WIB

IMG 20261102 WA0000

Serahkan Kasus Penikaman ASN ke Polisi, Pemkab Puncak Minta Keluarga Korban dan Warga Tetap Tenang, Kapolres Bentuk Tim Buru Pelaku

2 November 2026 - 07:46 WIB

20261102

Bupati Nabire Dorong Penataan Kenaikan Pangkat ASN, OPD Diminta Siapkan Operator Kepegawaian

2 November 2026 - 07:33 WIB

IMG 20261102 163315

Rektor USWIM Apresiasi Aksi Mahasiswa Papua Tengah, Dorong Pemerintah Bangun Perpustakaan Daerah dan Kampus

2 November 2026 - 07:28 WIB

IMG 20261102 WA0016
Trending di News