Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Diduga Bom Drone Meledak di Halaman Gereja di Sugapa, Empat Warga Terluka

Etty Welerbadge-check


					Diduga Bom Drone Meledak di Halaman Gereja di Sugapa, Empat Warga Terluka Perbesar

Intan Jaya, Papua Tengah — Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (17/5/2026). Peristiwa tersebut diduga berasal dari bom yang dijatuhkan menggunakan drone udara di sekitar lokasi gereja.

IMG 20260517 WA0068

Informasi awal mengenai insiden itu disampaikan Yosua Maiseni berdasarkan laporan tim pastoral Paroki Bilogai. Dalam laporan tersebut disebutkan empat warga mengalami luka akibat serpihan ledakan.

Keempat korban masing-masing bernama Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau.

Menurut informasi yang diterima redaksi sekitar pukul 06.07 WIT, proses evakuasi dilakukan oleh tim pastoral Paroki Bilogai yang dipimpin Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak, Pater Yanuarius Yance Yogi, PR. Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bilogai di Distrik Sugapa untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dua korban sudah dievakuasi, sementara dua korban lainnya direncanakan akan dievakuasi besok karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Pater Yan Yogi melalui sambungan telepon.

Pater Yan Yogi menjelaskan, ledakan terjadi di area halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo saat aktivitas masyarakat berlangsung di sekitar lokasi.

“Telah turunkan bom dan meledak. Korban Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau terkena serpihan bom dan masih dalam proses evakuasi oleh tim pastoral Paroki Bilogai,” katanya.

Sementara itu, Panglima Tertinggi West Papua Army, Demianus Magai Yogi, mengecam dugaan pengeboman di area gereja tersebut. Ia menilai tindakan terhadap fasilitas ibadah bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum humaniter internasional.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam konflik harus menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam situasi apa pun, terlebih pada hari Minggu yang merupakan waktu ibadah umat Kristiani.

Ia juga meminta agar situasi di Sugapa mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, termasuk Gereja Katolik dan Vatikan, guna melihat kondisi kemanusiaan yang terjadi di Papua.

Selain itu, Demianus mendesak lembaga kemanusiaan, gereja, dan pihak independen untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan pemantauan serta penanganan terhadap para korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait laporan dugaan pengeboman tersebut. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Sarang Narkoba di Kampung Vietnam, Polda Papua dan BNN Amankan 10 Orang

25 Oktober 2026 - 05:24 WIB

IMG 20261025 WA0009

Diduga Korban Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Meninggal di Jalan Poros Mapurujaya

25 Oktober 2026 - 05:15 WIB

IMG 20261025 WA0004

Dinsos Deiyai Buka Pendaftaran Perlinsos hingga 31 Oktober 2026, Siapkan Data Bansos 2027

25 Oktober 2026 - 05:11 WIB

IMG 20261025 WA0000

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085
Trending di Headline