Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Diduga Bom Drone Meledak di Halaman Gereja di Sugapa, Empat Warga Terluka

Etty Welerbadge-check


					Diduga Bom Drone Meledak di Halaman Gereja di Sugapa, Empat Warga Terluka Perbesar

Intan Jaya, Papua Tengah — Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (17/5/2026). Peristiwa tersebut diduga berasal dari bom yang dijatuhkan menggunakan drone udara di sekitar lokasi gereja.

IMG 20260517 WA0068

Informasi awal mengenai insiden itu disampaikan Yosua Maiseni berdasarkan laporan tim pastoral Paroki Bilogai. Dalam laporan tersebut disebutkan empat warga mengalami luka akibat serpihan ledakan.

Keempat korban masing-masing bernama Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau.

Menurut informasi yang diterima redaksi sekitar pukul 06.07 WIT, proses evakuasi dilakukan oleh tim pastoral Paroki Bilogai yang dipimpin Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak, Pater Yanuarius Yance Yogi, PR. Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Bilogai di Distrik Sugapa untuk mendapatkan perawatan medis.

“Dua korban sudah dievakuasi, sementara dua korban lainnya direncanakan akan dievakuasi besok karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau,” ujar Pater Yan Yogi melalui sambungan telepon.

Pater Yan Yogi menjelaskan, ledakan terjadi di area halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo saat aktivitas masyarakat berlangsung di sekitar lokasi.

“Telah turunkan bom dan meledak. Korban Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau terkena serpihan bom dan masih dalam proses evakuasi oleh tim pastoral Paroki Bilogai,” katanya.

Sementara itu, Panglima Tertinggi West Papua Army, Demianus Magai Yogi, mengecam dugaan pengeboman di area gereja tersebut. Ia menilai tindakan terhadap fasilitas ibadah bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum humaniter internasional.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam konflik harus menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam situasi apa pun, terlebih pada hari Minggu yang merupakan waktu ibadah umat Kristiani.

Ia juga meminta agar situasi di Sugapa mendapat perhatian luas dari komunitas internasional, termasuk Gereja Katolik dan Vatikan, guna melihat kondisi kemanusiaan yang terjadi di Papua.

Selain itu, Demianus mendesak lembaga kemanusiaan, gereja, dan pihak independen untuk turun langsung ke lokasi guna melakukan pemantauan serta penanganan terhadap para korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait laporan dugaan pengeboman tersebut. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah 10 Tahun Pembangunan, Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2 Mimika Siap Diresmikan

11 Oktober 2026 - 08:48 WIB

IMG 20261011 WA0034

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009
Trending di Headline