Menu ✖

Mode Gelap
Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu

Headline

Prof. Yohana Wembise: Papua Miliki Hampir Seribu Bahasa, Kekayaan Linguistik Terbesar di Dunia

Etty Welerbadge-check


					Prof. Yohana Wembise: Papua Miliki Hampir Seribu Bahasa, Kekayaan Linguistik Terbesar di Dunia Perbesar

NABIRE – Prof. Dr. Yohana Wembise menegaskan Papua merupakan wilayah dengan kekayaan bahasa terbesar di dunia sehingga perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Internasional Pelestarian dan Pengembangan Bahasa Daerah Papua di Era Globalisasi yang digelar Universitas Satya Wiyata Mandala bersama Australian National University dan Universitas Cenderawasih.

Menurut Prof. Yohana, di Tanah Papua dan Papua Nugini terdapat sekitar 770 bahasa, sementara di wilayah Papua Indonesia sendiri terdapat sekitar 260 bahasa daerah.

“Papua itu unik karena bahasanya sangat banyak. Tidak ada di dunia yang punya bahasa lebih banyak selain Papua,” ujar Yohana kepada awak Media Rabu, (13/5/2026).

Ia mengatakan kekayaan linguistik Papua menjadi perhatian para ahli bahasa dunia, termasuk peneliti dari Australia yang terus datang melakukan penelitian bahasa-bahasa daerah Papua.

Prof. Yohana menjelaskan dirinya sengaja mengajak Dr. Laura Arnold ke Nabire untuk memperkuat kerja sama akademik internasional sekaligus mendukung peningkatan akreditasi kampus melalui seminar internasional.

Menurutnya, Dr. Laura telah banyak melakukan penelitian bahasa di Papua, termasuk di Raja Ampat dan kini mulai meneliti bahasa suku Wate di Nabire.

“Dia tertarik melakukan penelitian bahasa-bahasa di Papua karena sangat unik dan beragam,” katanya.

Ia menjelaskan penelitian bahasa daerah dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti rekaman bahasa, wawancara dengan orang tua, hingga pengumpulan cerita rakyat dan dongeng.
Data tersebut nantinya menjadi referensi penting bagi generasi mendatang untuk memahami struktur dan identitas bahasa mereka sendiri.

“Di Australia mereka punya perpustakaan besar tentang bahasa-bahasa Papua, sedangkan kita di Papua sendiri belum banyak punya referensi seperti itu,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak generasi muda Papua untuk kembali menyadari pentingnya identitas budaya dan bahasa daerah sebagai warisan leluhur.

“Turunkan budaya dan bahasa itu kepada generasi berikut supaya Papua tetap dianggap unik dan hebat,” pesannya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRIDA Mimika dan Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemerintah serta Kepuasan Masyarakat

3 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261103 WA0081

Pemkab Mimika Hadirkan MAITUA, Dorong Transformasi Tata Kelola Data Daerah

3 November 2026 - 12:23 WIB

IMG 20261103 WA0079

Masuk Bulan November, Realisasi Keuangan Kabupaten Mimika 2026 Baru 52 Persen

3 November 2026 - 12:20 WIB

IMG 20261103 WA0002

Pemkab Mimika Evaluasi Pemberlakuan PJJ, Sekolah Berpeluang Kembali Gelar PTM

3 November 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261102 WA0025

Lewat Program Poliran, Kapolsek Jila Ajak Warga Bangkit dan Mandiri Secara Ekonomi

3 November 2026 - 12:09 WIB

IMG 20261103 210711
Trending di News