Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pemkab Mimika dan Wahana Visi Indonesia Perkuat Kolaborasi Percepatan Penanganan Stunting

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Mimika dan Wahana Visi Indonesia Perkuat Kolaborasi Percepatan Penanganan Stunting Perbesar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggandeng Wahana Visi Indonesia untuk memperkuat upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Mimika.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan Workshop Policy Brief Baseline PASTI Papua yang digelar di Timika, Kamis (7/5/2026).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, mengatakan persoalan stunting masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, hingga pemerintah distrik dan kampung.

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan pemerintah, mulai dari penguatan kebijakan hingga peningkatan alokasi anggaran. Namun, hasil yang dicapai dinilai belum maksimal.

“Selama ini banyak OPD atau sektor yang menangani stunting, tetapi hasil akhirnya tidak jelas. Kenapa demikian? Karena kita punya data yang sangat terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam penanganan stunting adalah belum optimalnya koordinasi lintas sektor serta lemahnya validitas data yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ananias menekankan pentingnya keterlibatan Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagai penyedia data dasar penanganan stunting. Menurutnya, tanpa data yang akurat, program yang dijalankan pemerintah berpotensi tidak tepat sasaran.

Selain itu, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) juga dinilai belum berjalan optimal. Karena itu, pemerintah daerah berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Stunting apabila kinerja TPPS tidak mengalami perbaikan.

“Kita bisa selesaikan masalah ini kalau bekerja dengan hati dan berdasarkan data yang valid. Jangan masing-masing OPD berjalan sendiri. Kenapa tidak dipadukan menjadi satu tim untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Manajer Advokasi dan Pelibatan Publik Wahana Visi Indonesia, Junito Drias, menilai persoalan utama dalam penanganan stunting bukan terletak pada ego sektoral maupun keterbatasan anggaran, melainkan lemahnya komunikasi dan koordinasi antar-OPD.

Menurutnya, dalam setiap proses koordinasi tetap diperlukan pihak yang mampu memimpin dan menyatukan seluruh instansi agar program berjalan efektif.

“Bukan soal ego sektoral, tetapi soal komunikasi dan koordinasi. Tidak ada yang benar-benar memimpin untuk menyatukan semua pihak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya program antarperangkat daerah yang tumpang tindih dengan output serupa. Menurutnya, koordinasi yang baik akan membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan program penanganan stunting menjadi lebih tepat sasaran. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Layanan Kesehatan, Dinas Sosial Mimika Salurkan Layanan Kesehatan Dasar di Kwamki

11 Juni 2026 - 10:39 WIB

IMG 20260611 WA0117

Kesbangpol Mimika Gelar Bimtek SIKEPO Dorong Akuntabilitas Dana Parpol

11 Juni 2026 - 10:30 WIB

IMG 20260611 WA0108

Cekcok di Jalan Perintis Mimika Berujung Pembacokan, Polisi Buru Pelaku

11 Juni 2026 - 10:24 WIB

IMG 20260611 WA0116

Asisten III Setda Deiyai Tutup Penyuluhan Kebijakan Pajak Daerah, Dorong Peningkatan PAD

11 Juni 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260611 WA0102

Semarakkan HUT RI ke-81, Dukcapil Mimika Targetkan 100 Pasangan Ikut Nikah Massal dan Isbat 

11 Juni 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260611 WA0095
Trending di Headline