Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi Jadi Fokus Dinkes Deiyai Tekan AKI dan AKB

Etty Welerbadge-check


					Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi Jadi Fokus Dinkes Deiyai Tekan AKI dan AKB Perbesar

DEIYAI – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) melaksanakan kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi sebagai upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Deiyai.

IMG 20260507 WA0044

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai pada Kamis (7/5/2026). Hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Kesmas Ones Dogopia, AM.Kp, dokter spesialis anak dr. Merry sebagai narasumber, dua dokter lainnya, tim dari provinsi, perwakilan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, serta staf Dinas Kesehatan.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Deiyai, Ones Dogopia, AM.Kp mengatakan kegiatan evaluasi ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.

IMG 20260507 WA0047

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas, perlu meningkatkan pemantauan terhadap ibu hamil, proses persalinan, hingga tumbuh kembang bayi dan balita agar risiko kematian ibu dan anak dapat ditekan.

“Kegiatan ini menjadi prioritas utama bidang kesehatan masyarakat. Kami ingin seluruh tenaga kesehatan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pembekalan materi agar petugas di lapangan, baik di kampung maupun puskesmas, mampu memberikan pelayanan mandiri dan maksimal kepada ibu hamil dan bayi.

Dalam pemaparannya, dr. Merry menjelaskan bahwa penanganan ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional harus dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Menurutnya, penggunaan insulin menjadi pilihan utama karena aman bagi janin dan tidak menembus plasenta.

Selain penggunaan insulin, ibu hamil juga harus menjaga pola makan dan asupan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga lemak. Penanganan tersebut dilakukan secara terpadu oleh dokter kandungan, ahli gizi, dan bidan dengan pemantauan rutin kadar gula darah.

IMG 20260507 WA0046

dr. Merry juga menyoroti perdarahan pasca persalinan yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat melalui resusitasi cairan, pemantauan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, hingga pemberian oksigen dan transfusi darah apabila diperlukan.

Selain penanganan medis, ia mengingatkan tenaga kesehatan agar memberikan pendampingan psikologis kepada ibu yang mengalami keguguran atau abortus. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan emosional dan konseling yang baik bagi ibu maupun keluarga.

IMG 20260507 WA0049

Pada sesi evaluasi kematian bayi, dr. Merry mengaku prihatin terhadap tingginya angka kematian bayi di wilayah Wagete. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kita harus bersama-sama memperbaiki pelayanan kesehatan agar angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Deiyai dapat terus ditekan,” ungkapnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

150 Peserta Konfirmasi Hadir di KKT II Mimika, Panitia Berpacu Matangkan Akomodasi dan Transportasi

4 November 2026 - 14:26 WIB

20261104

Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete

4 November 2026 - 14:19 WIB

IMG 20261103 WA0003

Empat Hari Layani Warga di Kampung, Dukcapil Paniai Rekam e-KTP di Sembilan Kampung Wegee Bino

4 November 2026 - 14:12 WIB

IMG 20261104 WA0043

100 Penjual Pinang di Mimika Terima Bantuan Modal Rp250 Juta, Masing-Masing Rp2,5 Juta

4 November 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261104 230609

LPTQ Mimika Perluas Pembinaan Enam Cabang MTQ, Siapkan Program Berkelanjutan untuk 2027

4 November 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261104 230057
Trending di Headline