Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Komisi III DPRK Dukung Pemda Tegakkan Perda Tenaga Kerja OAP, Perusahaan Diminta Punya Kantor dan Izin Usaha di Mimika

Etty Welerbadge-check


					Komisi III DPRK Dukung Pemda Tegakkan Perda Tenaga Kerja OAP, Perusahaan Diminta Punya Kantor dan Izin Usaha di Mimika Perbesar

TIMIKA – Sekretaris Komisi III DPRK Mimika, Herman Tangke Pare menilai pengawasan dan penerapan Perda Perlindungan Tenaga Kerja OAP perlu diperkuat kembali.

Ia mengatakan setuju jika perusahaan-perusahaan yang ingin mencari rekanan di Kabupaten Mimika, setidaknya harus memiliki kantor juga di Mimika.

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Bupati soal ini. Jadi kantor itu harus punya surat izin dan tempat usaha ada di Mimika,” kata Herman Tangke Pare, Rabu (6/5/2026).

Dia dengan tegas jika perusahaan mencari rekanan kerja di Mimika tanpa memiliki kantor di Mimika, maka perusahaan itu sebaiknya tidak diperbolehkan untuk mendapat pekerjaan.

“Sama halnya dengan kontraktor yang ada di Freeport. Kalau mereka tidak ada surat izin, tempat usaha di atas dan tidak mau melaksanakan perda yang sudah disahkan, pemerintah daerah perlu mengambil sikap dengan mencabut izin usaha,” tegasnya.

Ia menginginkan langkah tegas itu agar pencari kerja OAP, orang lahir besar di Timika, maupun orang lahir besar di Papua mendapatkan kesempatan kerja yang besar.

“Kalau bisa perusahaan yang mau masuk mencari rekanan di Mimika harus minimal dua tahun di Mimika dan mempunyai kantor,” ungkap Herman Tangke Pare.

Perusahaan-perusahaan diminta menaati Perda yang sudah dibuat. Herman Tangke Pare menegaskan daerah lain di Indonesia menjunjung tinggi Perda mengingat ketatnya pengawasan dan penerapan Perda.

“Jadi penerapan Perda memang harus tegas dan kami dukung itu,” lanjutnya.

Selain itu, Herman Tangke Pare mengingatkan perusahaan yang tidak memiliki kantor di Mimika hanya akan mengurangi masuknya pajak karena pajaknya dibayarkan ke luar daerah.

“Kenapa kita mau tambah penghasilan untuk daerah lain sedangkan kita disini masih butuh itu (pemasukan dari pajak),” tukasnya. (Cr-01)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

150 Peserta Konfirmasi Hadir di KKT II Mimika, Panitia Berpacu Matangkan Akomodasi dan Transportasi

4 November 2026 - 14:26 WIB

20261104

Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete

4 November 2026 - 14:19 WIB

IMG 20261103 WA0003

Empat Hari Layani Warga di Kampung, Dukcapil Paniai Rekam e-KTP di Sembilan Kampung Wegee Bino

4 November 2026 - 14:12 WIB

IMG 20261104 WA0043

100 Penjual Pinang di Mimika Terima Bantuan Modal Rp250 Juta, Masing-Masing Rp2,5 Juta

4 November 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261104 230609

LPTQ Mimika Perluas Pembinaan Enam Cabang MTQ, Siapkan Program Berkelanjutan untuk 2027

4 November 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261104 230057
Trending di Headline