TIMIKA – Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, menghasilkan hampir 40 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut berasal dari 11 kelurahan dan belum termasuk tiga kampung, yakni Nayaro, Minabua, dan Hangaitji.
Kelurahan Timika Indah dan Koperapoka menjadi wilayah penyumbang sampah terbanyak di distrik yang dikenal sebagai pusat Kota Timika itu.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan volume sampah yang masuk tidak sepenuhnya berasal dari warga Mimika Baru. Sebagai pusat aktivitas kota, banyak masyarakat dari luar distrik turut membuang sampah di wilayah tersebut.
“Ini bukan murni produksi dari Mimika Baru. Karena kami ini pusat kota, ada sekolah dan pusat aktivitas lain. Misalnya orang antar anak sekolah, sekalian buang sampah di sini,” ujar Merlyn saat diwawancarai, Senin (5/5/2026).
Sebagai wajah Kota Mimika, Distrik Mimika Baru terus berupaya menjaga kebersihan dan estetika lingkungan. Namun, upaya itu masih terkendala kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah di luar jadwal pengangkutan. Akibatnya, petugas kebersihan harus kembali berkeliling untuk mengangkut sampah yang menumpuk.
Menurut Merlyn, persoalan sampah kini menjadi tantangan terbesar yang menyita perhatian pemerintah distrik. Bahkan, kata dia, masyarakat kerap menilai kerja distrik hanya sebatas mengurus sampah.
“Masalah sampah paling banyak menyita energi kami. Padahal selain itu ada administrasi pemerintahan, bantuan masyarakat, sampai urusan pemilihan dan pemekaran RT yang juga harus diselesaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, sekitar 80 persen sampah di Kabupaten Mimika berasal dari Distrik Mimika Baru dengan total mencapai 40 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 6 hingga 10 ton berhasil dikelola melalui bank sampah, sementara sisanya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka. (Cr2)








