Menu

Mode Gelap
Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

Headline

DPRK Mimika Dukung Biaya Sertifikasi bagi Pencaker OAP dari Dana Otsus dan DBH

Etty Welerbadge-check


					DPRK Mimika Dukung Biaya Sertifikasi bagi Pencaker OAP dari Dana Otsus dan DBH Perbesar

TIMIKA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika menggelar rapat bersama Dinas Tenaga Kerja Mimika sekaligus mendengarkan aspirasi dari Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartensz Mimika (Apelcami), Rabu (6/5/2026).

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau ikut hadir bersama para anggota Komisi III DPRK Mimika. Jalannya rapat sendiri dipimpin Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman.

Kepada wartawan, Herman menerangkan asosiasi para pencari kerja selama ini mengalami satu hal yakni beratnya biaya sertifikasi.

“Di kesempatan hari ini kami semua bersepakat bahwa untuk Amungme, Kamoro semua biaya pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi itu bisa mendapatkan biaya dari dana Otonomi Khusus (Otsus),” jelas Herman.

Ia memastikan dana Otsus untuk pembiayaan serifikasi berasal dari pagu anggaran tahun 2026. Jika tidak cukup, Herman mengharapkan ada sharing dana dari Dana Bagi Hasil (DBH).

“Supaya jangan lagi ada saudara-saudara kita dari Orang Asli Papua (OAP) ini tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan,” harapnya.

Herman juga bilang, selama ini masih banyak kontraktor yang belum mau menerima pencari kerja dengan alasan ketiadaan skill yang dibuktikan lewat sertifikasi.

Lebih lanjut, dia menerangkan kendala yang terjadi di Mimika selama ini ialah pengelola sertifikasi berasal dari lembaga swasta dengan tarif sertifikasi yang mahal, hingga Rp 10 juta.

“Saudara-saudara kita pencari kerja menilai biaya itu jadi persoalan. Jadi kami sepakat tadi agar alokasi anggaran pelatihan di tahun 2026 sumber anggarannya dari Otsus dititik beratkan kepada sertifikasi,” tegas Herman.

Penganggaran itu diharapkan membiayai sepenuhnya sertifikasi kepada para pencari kerja.

“Jadi tidak dipungut biaya lagi. Karena sudah terbiayai dari itu. Bukan lagi subsidi karena sudah disiapkan pemerintah,” tuturnya. (Cr-01)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

7 Mei 2026 - 10:41 WIB

IMG 20260506 WA0013

Atap Mulai Dipasang, Rumah Program TMMD di Keakwa Kian Tampak Nyata

7 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260507 WA0051

Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi Jadi Fokus Dinkes Deiyai Tekan AKI dan AKB

7 Mei 2026 - 10:15 WIB

IMG 20260507 WA0045

TMMD Hadir untuk Masa Depan Papua: Anak-anak Keakwa Dibekali Wawasan Kebangsaan

7 Mei 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260507 WA0043

Bea Cukai Timika Dalami Pemasok Rokok Ilegal dari Luar, Penindakan Masih Fokus di Tingkat Eceran

7 Mei 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260507 WA0038
Trending di Headline