Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

DPRK Mimika Dukung Biaya Sertifikasi bagi Pencaker OAP dari Dana Otsus dan DBH

Etty Welerbadge-check


					DPRK Mimika Dukung Biaya Sertifikasi bagi Pencaker OAP dari Dana Otsus dan DBH Perbesar

TIMIKA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika menggelar rapat bersama Dinas Tenaga Kerja Mimika sekaligus mendengarkan aspirasi dari Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartensz Mimika (Apelcami), Rabu (6/5/2026).

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau ikut hadir bersama para anggota Komisi III DPRK Mimika. Jalannya rapat sendiri dipimpin Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman.

Kepada wartawan, Herman menerangkan asosiasi para pencari kerja selama ini mengalami satu hal yakni beratnya biaya sertifikasi.

“Di kesempatan hari ini kami semua bersepakat bahwa untuk Amungme, Kamoro semua biaya pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi itu bisa mendapatkan biaya dari dana Otonomi Khusus (Otsus),” jelas Herman.

Ia memastikan dana Otsus untuk pembiayaan serifikasi berasal dari pagu anggaran tahun 2026. Jika tidak cukup, Herman mengharapkan ada sharing dana dari Dana Bagi Hasil (DBH).

“Supaya jangan lagi ada saudara-saudara kita dari Orang Asli Papua (OAP) ini tidak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan,” harapnya.

Herman juga bilang, selama ini masih banyak kontraktor yang belum mau menerima pencari kerja dengan alasan ketiadaan skill yang dibuktikan lewat sertifikasi.

Lebih lanjut, dia menerangkan kendala yang terjadi di Mimika selama ini ialah pengelola sertifikasi berasal dari lembaga swasta dengan tarif sertifikasi yang mahal, hingga Rp 10 juta.

“Saudara-saudara kita pencari kerja menilai biaya itu jadi persoalan. Jadi kami sepakat tadi agar alokasi anggaran pelatihan di tahun 2026 sumber anggarannya dari Otsus dititik beratkan kepada sertifikasi,” tegas Herman.

Penganggaran itu diharapkan membiayai sepenuhnya sertifikasi kepada para pencari kerja.

“Jadi tidak dipungut biaya lagi. Karena sudah terbiayai dari itu. Bukan lagi subsidi karena sudah disiapkan pemerintah,” tuturnya. (Cr-01)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline