TIMIKA — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berlangsung aman dan lancar. Kegiatan ini melibatkan siswa dari SD Inpres Uta I dan SD Inpres Uta II yang mengikuti ujian secara bersama dalam satu lokasi.

TKA digelar selama dua hari, mulai Senin (29/4/2026) hingga Selasa (30/4/2026), dengan pusat pelaksanaan di SD Inpres Uta II. Meski berada di wilayah terpencil, pelaksanaan ujian berjalan tertib berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah distrik, hingga aparat keamanan.

Kepala SD Inpres Uta II, Tumpal, S.Pd, menjelaskan bahwa total peserta TKA berjumlah 16 siswa, masing-masing 8 siswa dari SD Inpres Uta I dan 8 siswa dari SD Inpres Uta II. Untuk mengakomodasi keterbatasan fasilitas, pelaksanaan ujian dibagi dalam dua sesi.
“Siswa dari SD Inpres Uta II mengikuti sesi pertama, sedangkan siswa SD Inpres Uta I di sesi kedua. Kami menggunakan 15 unit komputer dengan dukungan jaringan internet Starlink milik sekolah,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, selama dua hari pelaksanaan, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh proses berjalan sesuai jadwal, didukung kesiapan teknis dan koordinasi yang baik antar pihak.
Sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari guru guna memastikan mereka memahami sistem ujian berbasis komputer. Upaya ini dinilai membantu meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri siswa saat mengikuti ujian.

Dari total peserta SD Inpres Uta II, sebanyak 8 siswa terdiri dari 7 perempuan dan 1 laki-laki. Tumpal menyebut, keberhasilan pelaksanaan TKA ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk aparat keamanan seperti Polsek Mimika Timur Jauh, Koramil Kokonao, dan Brimob, serta dukungan pemerintah distrik dan orang tua siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada aparat keamanan dan semua pihak yang telah membantu. Meskipun belum semua masyarakat kembali ke Kampung Kapiraya, anak-anak tetap dijemput untuk mengikuti TKA dan diantar kembali setelah ujian,” ungkapnya.
Pelaksanaan TKA juga menerapkan sistem pengawasan silang guna menjaga integritas ujian. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berada di wilayah terpencil, standar pelaksanaan pendidikan tetap dijaga dengan baik.

Semangat belajar para siswa pun menjadi sorotan. Di tengah keterbatasan akses dan kondisi wilayah, mereka tetap antusias mengikuti ujian hingga selesai.
“Harapannya semua siswa dapat lulus dengan hasil yang baik dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” tambah Tumpal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah di wilayah pinggiran, pesisir, dan pegunungan yang telah melaksanakan TKA dengan lancar.
“Terima kasih atas kerja keras semua pihak. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan semangat, pendidikan tetap bisa berjalan baik di seluruh wilayah Mimika,” ujarnya. (Etty)









