DEIYAI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Melison Dogopia, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para bupati di wilayah Meepago untuk segera menepati janji kepada masyarakat Kapiraya.
Desakan ini muncul menyusul keluhan warga Distrik Kapiraya yang merasa tidak mendapat kepastian atas janji pemerintah terkait penyelesaian persoalan tapal batas.
“Saat kunjungan, kami dijanjikan masalah ini akan dibahas pada 15 Maret. Namun sampai sekarang pemerintah belum juga datang. Sudah lewat hampir enam belas hari,” ungkap salah satu warga Kapiraya dalam video berdurasi 6 menit 37 detik, Senin (6/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, KNPI Deiyai meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para kepala daerah di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Mimika segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tim yang sudah dibentuk, baik dari provinsi maupun kabupaten, harus segera bekerja cepat. Jangan hanya memberi janji kepada masyarakat Kapiraya tanpa realisasi,” tegas Melison Dogopia di Waghete, Selasa (7/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga terjadi konflik yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda.
“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Tim yang sudah dibentuk harus bekerja dengan hati untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, KNPI Deiyai mempertanyakan progres kerja tim yang telah dibentuk oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Jangan sampai konflik di masyarakat dijadikan proyek. Kerja harus serius dan tuntas,” tambahnya.
KNPI Deiyai pun mendesak agar Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten terkait segera menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya dalam waktu dekat, guna mencegah potensi konflik yang lebih besar di kemudian hari. (SK)








