Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

KNPI Deiyai Desak Pemerintah Tepati Janji Terkait Permasalahan di Kapiraya

Etty Welerbadge-check


					KNPI Deiyai Desak Pemerintah Tepati Janji Terkait Permasalahan di Kapiraya Perbesar

DEIYAI – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Melison Dogopia, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para bupati di wilayah Meepago untuk segera menepati janji kepada masyarakat Kapiraya.

Desakan ini muncul menyusul keluhan warga Distrik Kapiraya yang merasa tidak mendapat kepastian atas janji pemerintah terkait penyelesaian persoalan tapal batas.

“Saat kunjungan, kami dijanjikan masalah ini akan dibahas pada 15 Maret. Namun sampai sekarang pemerintah belum juga datang. Sudah lewat hampir enam belas hari,” ungkap salah satu warga Kapiraya dalam video berdurasi 6 menit 37 detik, Senin (6/4/2026).

Menanggapi hal tersebut, KNPI Deiyai meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama para kepala daerah di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Mimika segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Tim yang sudah dibentuk, baik dari provinsi maupun kabupaten, harus segera bekerja cepat. Jangan hanya memberi janji kepada masyarakat Kapiraya tanpa realisasi,” tegas Melison Dogopia di Waghete, Selasa (7/4/2026).

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga terjadi konflik yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda.

“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Tim yang sudah dibentuk harus bekerja dengan hati untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, KNPI Deiyai mempertanyakan progres kerja tim yang telah dibentuk oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Jangan sampai konflik di masyarakat dijadikan proyek. Kerja harus serius dan tuntas,” tambahnya.

KNPI Deiyai pun mendesak agar Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten terkait segera menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya dalam waktu dekat, guna mencegah potensi konflik yang lebih besar di kemudian hari. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline