Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026

Headline

Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru

Etty Welerbadge-check


					Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru Perbesar

DEIYAI – Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, menyuarakan pentingnya pembagian saham Bank Papua kepada tiga provinsi hasil pemekaran, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan keadilan dan keseimbangan dalam kepemilikan serta pengelolaan bank daerah di Tanah Papua.

Menurut Mote, saat ini saham Bank Papua masih didominasi oleh Pemerintah Provinsi Papua induk, sehingga provinsi-provinsi baru belum memiliki porsi kepemilikan yang jelas. Ia menegaskan bahwa pembagian saham tersebut harus mengacu pada Undang-Undang Pemekaran Daerah serta ketentuan yang berlaku bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Pembagian saham ini penting agar tiga provinsi baru juga memiliki hak dan peran dalam pengelolaan Bank Papua,” ujar Mote.

Ia menjelaskan, setelah pembagian porsi saham awal dilakukan, masing-masing provinsi akan melakukan penambahan penyertaan modal (top-up) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham akan mencerminkan partisipasi aktif dari seluruh provinsi di Tanah Papua.

Namun, Mote mengakui bahwa saat ini Papua Tengah masih berstatus sebagai calon pemegang saham. Kondisi tersebut membuat pemerintah provinsi belum memiliki kewenangan untuk mengusulkan posisi strategis dalam jajaran direksi maupun komisaris Bank Papua, termasuk dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun RUPS Luar Biasa (RUPSLB).

“Karena belum resmi menjadi pemegang saham, kami belum memiliki hak untuk mengusulkan direksi atau komisaris,” jelasnya.

Saat ini, komposisi pemegang saham terbesar Bank Papua masih dipegang oleh Provinsi Papua induk dan Provinsi Papua Barat. Hal ini berdampak pada dominasi kedua provinsi tersebut dalam penempatan jabatan direksi dan komisaris.

Ke depan, Mote berharap setelah proses penataan saham selesai, keterwakilan dalam struktur kepemimpinan Bank Papua dapat dilakukan secara adil dan proporsional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan enam provinsi di Tanah Papua agar tercipta keseimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami berharap ke depan ada keterwakilan yang berimbang dari enam provinsi di Tanah Papua dalam jajaran direksi dan komisaris,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelarian Berakhir, Pelaku Penganiayaan Berat di Mapurujaya Dibekuk Tim Babat Satreskrim Polres Mimika

21 Juli 2026 - 03:23 WIB

IMG 20260721 WA0003

Lomba Bertutur Cerita Rakyat Mimika Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

21 Juli 2026 - 02:58 WIB

IMG 20260720 WA0051

Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting

21 Juli 2026 - 01:55 WIB

Poe5sxfxexbgb6v

Bupati Deiyai Tekankan Disiplin ASN, Penempatan Sesuai Kompetensi dan Percepatan Pembinaan CPNS, PPPK, THK2

20 Juli 2026 - 13:01 WIB

IMG 20260720 WA0050

Wabup Mimika Soroti Lambatnya Serapan Anggaran, OPD Diminta Perkuat Koordinasi

20 Juli 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260720 WA0035
Trending di Headline