Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru

Etty Welerbadge-check


					Melkianus Mote Dorong Pembagian Saham Bank Papua untuk Tiga Provinsi Baru Perbesar

DEIYAI – Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah, Melkianus Mote, menyuarakan pentingnya pembagian saham Bank Papua kepada tiga provinsi hasil pemekaran, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Hal ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan keadilan dan keseimbangan dalam kepemilikan serta pengelolaan bank daerah di Tanah Papua.

Menurut Mote, saat ini saham Bank Papua masih didominasi oleh Pemerintah Provinsi Papua induk, sehingga provinsi-provinsi baru belum memiliki porsi kepemilikan yang jelas. Ia menegaskan bahwa pembagian saham tersebut harus mengacu pada Undang-Undang Pemekaran Daerah serta ketentuan yang berlaku bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Pembagian saham ini penting agar tiga provinsi baru juga memiliki hak dan peran dalam pengelolaan Bank Papua,” ujar Mote.

Ia menjelaskan, setelah pembagian porsi saham awal dilakukan, masing-masing provinsi akan melakukan penambahan penyertaan modal (top-up) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham akan mencerminkan partisipasi aktif dari seluruh provinsi di Tanah Papua.

Namun, Mote mengakui bahwa saat ini Papua Tengah masih berstatus sebagai calon pemegang saham. Kondisi tersebut membuat pemerintah provinsi belum memiliki kewenangan untuk mengusulkan posisi strategis dalam jajaran direksi maupun komisaris Bank Papua, termasuk dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun RUPS Luar Biasa (RUPSLB).

“Karena belum resmi menjadi pemegang saham, kami belum memiliki hak untuk mengusulkan direksi atau komisaris,” jelasnya.

Saat ini, komposisi pemegang saham terbesar Bank Papua masih dipegang oleh Provinsi Papua induk dan Provinsi Papua Barat. Hal ini berdampak pada dominasi kedua provinsi tersebut dalam penempatan jabatan direksi dan komisaris.

Ke depan, Mote berharap setelah proses penataan saham selesai, keterwakilan dalam struktur kepemimpinan Bank Papua dapat dilakukan secara adil dan proporsional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan enam provinsi di Tanah Papua agar tercipta keseimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Kami berharap ke depan ada keterwakilan yang berimbang dari enam provinsi di Tanah Papua dalam jajaran direksi dan komisaris,” pungkasnya. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News