TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah berkontribusi aktif selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Ia menilai, para peserta telah mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program prioritas masing-masing OPD.

Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi atau kewajiban administratif, melainkan bentuk komitmen bersama dalam merancang pembangunan Kabupaten Mimika ke depan.
“Kita telah menyepakati skala prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga pemerataan infrastruktur di wilayah pesisir dan pegunungan,” ujarnya belum lama ini di Timika.
Hal tersebut sejalan dengan tema pembangunan daerah, yakni “Akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta percepatan digitalisasi layanan publik,” serta komitmen membangun dari kampung ke kota.

Emanuel menegaskan, setiap program yang disusun harus memiliki keterkaitan langsung dengan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi program yang hanya mengulang dari tahun-tahun sebelumnya tanpa mempertimbangkan dinamika di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tiga poin penting yang harus menjadi perhatian, yakni:
Pertama, integritas data. Seluruh hasil kesepakatan harus segera diinput ke dalam sistem perencanaan (E-Planning) secara akurat.
Kedua, kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan pentingnya menghilangkan ego sektoral, karena persoalan seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.
Ketiga, efisiensi anggaran. Setiap penggunaan anggaran harus mengedepankan prinsip efektivitas dan diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pembahasan mulai dari Musrenbang tingkat distrik hingga forum OPD, tercatat sebanyak 1.817 usulan yang masuk. Dari jumlah tersebut, 560 usulan ditolak, 266 usulan diterima, dan sekitar 961 usulan masih dalam proses verifikasi.
“Usulan-usulan tersebut akan dipertajam dalam forum dan ditindaklanjuti pada Musrenbang Kabupaten,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui proses pembahasan Musrenbang SKPD, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu mengidentifikasi isu-isu prioritas yang menjadi agenda Bupati dan Wakil Bupati. Dengan demikian, program pembangunan dapat dipetakan secara tepat sesuai prioritas, khususnya dalam mendukung visi pembangunan dari kampung ke kota. (Red)








