Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Januari–Februari 2026, Kasus Positif Malaria di Nabire Capai 766 Kasus, Pemda Nabire dan UNICEF Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Etty Welerbadge-check


					Januari–Februari 2026, Kasus Positif Malaria di Nabire Capai 766 Kasus, Pemda Nabire dan UNICEF Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Perbesar

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar rapat koordinasi lintas sektor menyikapi tingginya kasus malaria yang dinilai mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, kasus malaria di Nabire tercatat mencapai 8.744 kasus. Sementara pada Januari hingga awal Maret 2026, jumlah kasus positif sudah mencapai 766 kasus.

Img 20260304 wa0108

Rapat yang berlangsung di Aula Bapperinda Kabupaten Nabire itu dibuka oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, La Halim. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa malaria tidak bisa lagi dianggap remeh karena penularannya menyasar semua kelompok, termasuk ibu hamil, bayi, balita, dan lansia.

“Malaria sekarang menjadi momok yang mengkhawatirkan. Penularannya tidak pandang bulu. Butuh kerja sama semua pihak,” tegas La Halim.

Ia mendorong keterlibatan lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan, untuk memasukkan materi malaria dalam muatan lokal di sekolah-sekolah. Menurutnya, siswa dapat menjadi agen edukasi ketika kembali ke rumah masing-masing.

“Anak-anak bisa menjadi penyampai informasi bahaya malaria di lingkungan keluarga,” ujarnya.

La Halim juga menekankan pentingnya peran pemerintah distrik dan kampung dalam percepatan eliminasi malaria. Ia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Eliminasi Malaria di kampung-kampung yang memiliki kasus tinggi.

“Distrik harus mengarahkan kampung untuk percepatan eliminasi. Pukul dua siang ini akan ada pertemuan khusus dengan kepala distrik yang kasus malarianya tinggi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Nabire, Silas Elias Numobogre, S.Kep., Ns., M.Kes, menegaskan bahwa kepala distrik, kepala kampung, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terlibat sesuai bidang tugas masing-masing.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat berperan memperbaiki genangan air dan saluran drainase, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) melakukan skrining di bandara dan pelabuhan, sementara kepala kampung dapat memanfaatkan dana kampung untuk mendukung program eliminasi malaria.

“Penanganan malaria harus disesuaikan dengan bidang kerja masing-masing. Semua punya peran,” kata Silas.

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Nabire, Novi, didampingi Konsultan Malaria UNICEF Timika–Nabire, Yulizar Kasma dari UNICEF, menekankan bahwa persoalan malaria bukan sekadar angka statistik, melainkan menyangkut keselamatan generasi masa depan.

Data tahun 2025 menunjukkan sebanyak 790 bayi dan balita tertular malaria di Nabire, serta 108 kasus terjadi pada ibu hamil.

“Malaria sangat berbahaya, terutama bagi ibu hamil dan balita. Bisa menyebabkan anemia berat, pendarahan saat persalinan, keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, malaria kongenital, hingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi,” jelas Novi.

Ia juga mengingatkan dampak jangka panjang seperti gangguan perkembangan otak, gizi bermasalah hingga stunting.

“Kita harus selamatkan generasi Nabire. Kita tidak mau anak-anak kita nanti jadi bodoh karena malaria,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Bapperinda, BKK Wilayah Nabire, Dinas Pendidikan, FKUB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kepala RRI, Dinas Sosial, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kominfo, para kepala distrik, kepala puskesmas, kepala kampung, serta unsur terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire berharap melalui koordinasi lintas sektor ini, langkah konkret percepatan eliminasi malaria dapat segera dilakukan guna menekan angka penularan dan melindungi kelompok rentan di wilayah tersebut. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim PERSEJASI Mimika Bawah Nama Papua di Liga Nasional Yang Digelar Oktober 2026 

6 September 2026 - 14:12 WIB

20260904

Batu di Badan Jalan Berujung Kecelakaan Tunggal di Pasar Lama Timika

6 September 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260906 WA0000

Indonesia Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Aktivitas Sejumlah Gunung Api Terus Dipantau

6 September 2026 - 11:32 WIB

6a9c1de50d696

KNPI Mimika: KONI Distrik Harus Jadi ‘Mata dan Telinga’ untuk Temukan Talenta Atlet dari Kampung

5 September 2026 - 13:54 WIB

20260905

Dari Kampung Untuk Mimika, KONI Distrik Mimika Barat Tengah Siap Cetak Atlet Berprestasi

5 September 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260905 223248
Trending di Headline